Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum



Penyuluh hukum Indonesia tak pernah lelah berbagi ilmu maupun pengalaman tentang hukum kepada masyarakat. Semua dilakukan demi membangun kesadaran hukum masyarakat. . Meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan pelajar, membuat penyuluh hukum BPHN tergerak mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) ke beberapa sekolah di Jakarta, salah satunya di SMK Grafika Jakarta Selatan, (16/4). . "Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi", ujar Ivo, Penyuluh Hukum Madya BPHN.

Rozak, Penyuluh Hukum Muda BPHN mengatakan pelajar agar selalu cerdas dalam menggunakan media sosial. "Jangan mudah terprofokasi hal-hal negatif dan harus selalu kroscek dulu sebelum membuat status atau menyebarkannya," ujarnya. "Salah satu penyebab kekerasan atau bullying di kalangan pelajar bisa jadi disebabkan adanya kesalahpahaman terhadap status dan reaksi di media sosial", tambahnya. . Diversi Heri Setiawan, Penyuluh Hukum Madya BPHN menjelaskan, anak sebagai pelaku kejahatan mendapat perlindungan hukum juga dalam bentuk Diversi. "Tujuan diversi adalah mencapai perdamaian antara korban dan anak, menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi, dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak," jelasnya. Dia menambahkan, "namun diversi hanya untuk tindak pidana dengan ancaman pidana penjara dibawah tujuh tahun, dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana".