Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Roy

    halo, saya ingin bertanya.. apabila sebuah institusi sudah memberikan asuransi swasta kepada karyawannya sejak sebelum kewajiban BPJS terbit, institusi itu setau saya tetap harus membayar BPJS tersebut karena sifatnya wajib. pertanyaan saya, apakah boleh apabila perusahaan memutuskan untuk menghentikan asuransi swasta yang telah diberikan itu dengan alasan sudah diganti dengan membayar BPJS ?

  • Dijawab Oleh -

    oleh: Safril Nurhalimi, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum) Terima Kasih Atas Pertanyaan Saudara ROY Kepada Konsultasi Hukum Secara On-Line Badan Pembinaan Hukum Nasional terkait dengan permasalahan hukum asuransi di perusahaan tempat saudara bekerja. Jadi sebelumnya ingin saya sampaikan mengenai jenis asuransi yang dikelola oleh Pemerintah, ada perbedaan antara Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan yang mendasar dan pastinya perlu Anda ketahui. Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki dasar yang berbeda, yaitu penyelenggara Jamsostek adalah Perseroan atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara), sedangkan BPJS merupakan badan hukum publik langsung di bawah naungan presiden berdasarkan mandat dari UU No 24 Tahun 2011. Melihat dari posisinya, sudah dipastikan BPJS Ketenagakerjaan lebih terkontrol oleh presiden dan fungsi untuk melayani masyarakat berjalan dengan semestinya. Ada 2 Jenis BPJS Dan Terdapat Perbedaan Yang Mendasar Yakni Antara BPJS Ketenagakerjaan Dan BPJS Kesehatan Pada dasarnya, BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero). Tugasnya memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia, baik mereka yang bekerja secara informal maupun yang nonformal. Jadi program (BPJS Ketenagakerjaan) ada empat, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun. Sementara BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Asuransi Kesehatan (Askes) (Persero). Tugas BPJS Kesehatan memberikan perlindungan kesehatan secara mendasar bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Di sinilah letak dasar perbedaan antara BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Namun, keduanya sama-sama dilahirkan melalui UU tentang BPJS. Hanya saja, BPJS Kesehatan sudah beroperasi terlebih dahulu, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan beroperasi pada 1 Juli 2015. Karena sudah merupakan kewajiban perusahaan tempat saudara bekerja untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan sebagai berikut: Pasal 11 ayat (1) berbunyi: Pemberi Kerja sesuai ketentuan Pasal 6 ayat (3) dan ayat (4) wajib mendaftarkan dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan dengan membayar iuran. Pasal 11 ayat (2) berbunyi: Dalam hal Pemberi Kerja secara nyata-nyata tidak mendaftarkan Pekerjanya kepada BPJS Kesehatan, Pekerja yang bersangkutan berhak mendaftarkan dirinya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan. Pasal 11 ayat (3) berbunyi: Pendaftaran oleh Pekerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan melampirkan dokumen yang membuktikan status ketenagakerjaannya. Pasal 11 ayat (4) berbunyi: Pekerja yang mendaftarkan dirinya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), iurannya dibayar sesuai ketentuan Peraturan Presiden ini. Pasal 11 ayat (5) berbunyi: Dalam hal Pekerja belum terdaftar pada BPJS Kesehatan, Pemberi Kerja wajib bertanggung jawab pada saat Pekerjanya membutuhkan pelayanan kesehatan sesuai dengan Manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Pasal 12 ayat (1) berbunyi: Setiap Peserta yang telah terdaftar pada BPJS Kesehatan berhak mendapatkan identitas Peserta. Pasal 16 ayat (2) berbunyi: Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Penerima Upah dibayar oleh Pemberi Kerja dan Pekerja. NASIHAT / PENDAPAT HUKUM YANG DIBERIKAN KONSULTAN Jadi pada dasarnya perusahaan saudara bukan menghentikan asuransi swasta/menghentikan pembayaran asuransi yang lama, namun perusahaan saudara sudah mengalihkan kepada BPJS, jadi yang berlaku hanya satu jenis asuransi resmi yang dibiayai dari perusahaan saudara itu yakni asuransi kesehatan BPJS. Kalau yang saudara tanyakan masalah BPJS Kesehatan. Kalau pun anda ingin mendaftar juga ke asuransi swasta lainnya, saudara sendiri secara mandiri yang membayar sendiri iuran asuransinya, diluar biaya yang harus dikeluarkan perusahaan anda. Dalam artian asuransi tersebut tidak dibiaya iurannya oleh perusahaan.