Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 30 Januari 2019

    febriana

    saya febriana. disini sy selaku ketua arisan online. dikarenakan saya terjebak pinjaman online maka saya menggunakan uang arisan untuk membayar pinjol tsb. intinya saya menggunakan uang arisan untuk keperluan pribadi sy. disini saya telah mengakui semua kesalahan sy di grup arisan sy. ada member yg mau mengerti dan menerima sy kembalikan uang secara dicicil dan ada pula yg tdk mau menunggu. mereka tetap mau mendapatkan keuntungan dr arisan menurun ini. sementara di peraturan dan penjelasan grup arisan sy jelas jika grup kolaps dgn alasan apa pun minimal modal member kembali 50\% tp sy mengusahakan kembali modal kembali 100\% tidak termasuk uang admin karena uang admin bkn untuk saya selaku owner tp untuk 1 orang admin yg skrg dia kabur lepas tanggung jawab selaku admin. ada beberapa yg tdk setuju dengan pengembalian modal saja sehingga mereka akan melaporkan sy ke polisi. apa kah kasus sy ini termasuk pidana atau perdata? sementara ada yg sampai datang kerumah menyita barang2 sy untuk mengganti uang mreka yg msh tertahan di sy. kurang lebihnya spt ini.

  • 12 Mei 2019

    Dijawab Oleh -

    Giyanto, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya). 1. Apabila sebelum menggunakan dana arisan online memberitahukan ke anggota group arisan online hal ini lebih aman. Kelalaian penanya akan tanggung jawab disalah gunakan untuk kepentingan pribadi, 2. Pengembalian 100% saudara penanya masih dalam mengusakan, belum masuk pengembalian apabila sudah mengembalikan tidak ada masalah lagi. 3. Ada beberapa yang tidak setuju dengan pengembalian modal saja sehingga mereka akan melaporkan penanya ke polisi a. saudara penanya hal ini kelalaian menyebabkan kerugian orang lain maka, berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) perdata pasal 1243 kitab undang-undang hukum perdata “penggantian biaya kerugian dan bungan karena tak dipenuhinyasuatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur wlaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan ataudilakukannya dalam waktu yang melampau waktu yang telah ditentukan”, dan sebagai mana bunyi dalam perjanjian saudara penanya terhadap anggota arisan online tersebut. b. Pengembalian 100% saudara penanya masih dalam mengusakan, (hal ini dapat dibuat penjajian tertulis hal-hal yang saudara penanya janjikan hal pengembalian 100% tersebut). Mediasai, musyawarah anatar saudara penanya dengan group arisan apabila mencapai kesepakatan. Mediasi, musyawaarah dihadapan penegak hukum untuk mencapai kesepakatan, masih dalam hukum perdata. Apabila menjadi lapora ke polisi akan berakibat hukum pidana diindikasikan penggelapan pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) “barang siapa dengan sengaja danmelawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana paling lama empat tahun atau denda pidana paling banyak sembilan ratus rupiah. Dan pasal 378“ barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawwan hukum, dengan memakai nama palsu, dengan tipu muslihat atau serangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang ataupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana menjara paling lama empat tahun”Kitab Undang-undang Hukum Pidana. 4. Ada admin kabur lepas tanggunjawab. (dapat dilaporkan ke Polisi) hal-hal apa saja yang menjadi tangung jawabnya. Apakah ada indikasi: a. penggelapan pasal 372 KUHP “barang siapa dengan sengaja danmelawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana paling lama empat tahun atau denda pidana paling banyak sembilan ratus rupiah. b. penipuan pasal 378 “barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawwan hukum, dengan memakai nama palsu, dengan tipu muslihat atau serangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang ataupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana menjara paling lama empat tahun”Kitab Undang-undang Hukum Pidana.