Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Purwohadi subur santoso

    Saya dapat bantuan dana hibah melalui rek untuk replanting kebun kelapa sawit yg di urus oleh koperasi, koperasi untuk menggunakan dana tersebut harus mendapat kuasa dr masing masing petani. Dalam hl ini ketua koperasi memalsukn tnda tangan saya dlm surat kuasa pemindah bukuan rekening saya. Apakah ini masuk kategori pelmsuan pak

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh: Eko Suparmiyati, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Madya) Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas pertanyaan Saudara kepada BPHN, terkait pertanyaan Saudara tentang perbuatan yang dilakukan ketua koperasi memalsukan tanda tangan Saudara dalam surat kuasa pemindah bukuan rekening, apakah termasuk kategori pemalsuan. Sebelum menjawab pertanyaan Saudara terlebih kami sampaikan referensi R. Soesilo dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal” di halaman 196, menyebutkan bahwa bentuk pemalsuan surat itu menurut Soesilo dilakukan dengan cara : Membuat surat palsu : membuat isinya bukan semestinya (tidak benar). Memalsukan surat : mengubah surat sedemikian rupa sehingga isinya menjadi lain dari isi yang asli. Caranya macem-macem, tidak senantiasa surat itu diganti dengan yang lain, dapat pula dengan cara mengurangkan, menambah atau merubah sesuatu dari surat itu. Memalsukan tanda tangan juga termasuk pengertian memalsu surat. Penempelan foto orang lain dari pemegang yang berhak (misalnya foto dalam ijazah sekolah) harus dipandang sebagai pemalsuan surat. Selanjutnya tindak pidana pemalsuan surat dirumuskan dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menyatakan sebagai berikut : Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.   Berdasarkan pertanyaan yang Saudara ajukan pemalsuan tanda tangan, maka perbuatan tersebut patut diduga merupakan suatu tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 263 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara. Demikian penjelasan tentang permasalahan hukum Saudara, semoga bermanfaat dan membantu. Disclaimer : Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak mengikat sebagaimana putusan pengadilan. Dasar Hukum: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey pada link berikut ini https://survei.balitbangham.go.id/ly/AqYt83xH dan memberikan penilaian *Sangat Baik* atas layanan yang telah kami berikan. Terimakasih