Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • triyan syahrul

    pak saya mau tanya, bapak saya di fitnah di suruh tanda tangan di rt kalau tidak tanda tangan akan di pukuli, karena bapak saya takut bapak saya menandatangani, setelah beberapa hari tiba" bapak saya masuk persidangan, dan bapak saya membawa pengacara juga, tetapi pengacara tersebut malah membalikkan fakta, pengacara saya bukan melakukan pembelaan buat ayah saya malah di suruh manut saja padahal pengacara tersebut tidak melakukan pembelaan buat ayah saya malah ikut menambahi masalah. ayah saya sekarang di sel, gmna orang yang mefitnah bapak saya bisa di tuntut balik dan bisakah pengacara tersebut bisa di tuntut

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh: Mugiyati, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Madya) Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan, dalam hal inii Saudara tidak menyebutkan secara sepsifik terkait dengan perkara yang dihadapi ayah saudara, sehingga menimbulkan fitnah, terkait dengan pertanyaan Saudara kami berasumsi bahwa bapak (ayah) saudara difitnah oleh seseorang yang berujung pada ayah saudara disel, lalu bagaimana agar orang yang membuat fitnah dapat dituntut balik. Sebelum saudara menuntut balik di pembuat fitnah sebaiknya saudara kumpulkan bukti-bukti sehingga dapat mementahkan tuduhan fitnah yang dialamatkan kepada ayah, hal ini mengingat ayah saudara sudah nasuk dalam sel tahanan. Oleh karena sebaiknya saudara dapat membuktikan kepada penyidik pada proses masa penyidikan dan penahanan, dimana berdasarkan pasal 20 KUHAP penahan itu dibagi dalam tiga bagian/tahap penahan pertama selama 20 hari, penahan kedua (perpanjangan pertama) 40 hari yang berwenang memperpanjang adalah penyidik surat penahan dikeluarkan oleh kejaksaan, kemudian perpanjangan berikutnya adalah 30 hari yang berwenang menahan adalah penyidik dengan surat penahan dari ketua pengadilan neger.Apabila ternyata dari proses penyidikan penyidik tidak memperoleh cukup bukti untuk menuntut tersangka atau bukti yang diperoleh penyidik tidak memadai untuk membuktikan kesalahan tersangka (ayah saudara), maka berdasarkan pasal 109 ayat 2KUHAP, penyidik dapat melakukan penghentian penyidikan. Selanjut Sebuah tuduhan dapat dikatagorikan sebagai fitnah apabila tuduhan tersebut tidak berdasar (tanpa alat bukti) biasa disebut fitnah. Selsnjutnta merujuk pada Yuridprudensi Mahkamah Agung RI nomor 3901 K/,Pdt 1985 tanggal 29 november 1985 menyatakan bahwa "surat pernyataan" yang merupakan pernyataan belaka dari orang-orang yang memberi pernyataan tanpa diperiksa dipersidangan tidak mempunyai kekuatan hukum dan pembuktian apa-apa (tidak dapat disamakan dengan kesaksian) Terkait dengan yang saudara sampaikan bahwa ayah saudara hanya dengan sebuah tanda tangan namun berakibat masuk sel, dapat kami sampaikan bahwa hanya sebuah tanda tangan saja tidak memiliki kekuatan pembuktian kecuali diperiksa dipersidangan, oleh karenanya terkait adanya ancaman untuk menandatangani dapat dikemukakan dimuka persidangan sebagai bukti bantahan klien (ayah) saudara . Adapun syarat tuduhan dapat dikatakan sebagai fitnah adalah Perbuatan tersebut harus memenuhi unsur-unsur dalam pasal 311 ayat (1) KUHP Barang siapa melakukan kejahatan atau menista dengan tulisan dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhannya itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar. Dihukum karena memfitnah dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun. Unsur-unsur pasal 311 ayat (1) KUHP adalah : Seseorang; 2) Menista orang lain baik secara lisan maupunn tulisan; 3) Orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhan tersebut diketahuinya tidak benar Yang dimaksud dalam pasal 311 KUHP ini kejahatan menista atau menista dengan tulisan dalam hal ketika ia diijinkan untuk membuktikan bahwa tuduhannya itu untuk membela kepentingan umum atau membela diri, ia tidak dapat membuktikannya dan tuduhannya itu tidak benar. Selanjutnya dapat dilihat bahwa dalam pasal 311 KUHP intinya menjelaskan tentang fitnah: Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Akan tetapi unsur-unsur pasal 311 ayat (1) KUHP ini harus merujuk pada pasal 310 ayat (1) KUHP yang berbunyi: Barang siapa sengaja nerusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud akan tersiarnya tuduhan itu dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamnya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,- Terkait dengan pertanyaan saudara apakah orang yang menfitnah ayah saudara dapat dituntut/dipidana Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan dipertunjukan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau denda Rp 4.500,- Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk mebela diri.. Berdarakan pasal 310 (1) KUHP penghinaan yang dapat dipidana harus dilakukan dengan cara menuduh seseorang telah melakukan perbuatan tertentu, dengan maksud tuduhan itu akan tersiar (diketahui orang banyak). Perbuatan tertentu dimaksud tidak terbatas pada perbuatan yang dilarang hukum artinya perbuatan apapun dapat menjadi tuduhan. Sedangkan untuk kejahatan fitnah sebagaimana diatur dalam pasal 311 KUHP tidak perlu dilakukan di muka umum, sudah cukup bila dapat dibuktikan bahwa ada maksud untuk menyatakan tuduhan tersebut. Tindakan pidana penghinaan lisan, tulisan maupun fitnah sebagaimana diuraikan diatas hanya dapat dituntut apabila ada pengaduan dari orang yang dirugikan karena hal ini merupakan delik aduan. Selanjutnya dalam pasal 318 ayat (1) KUHP Barang siapa dengan suatu perbuatan sengaja menyebakan seseorang secara palsu disangka melakukan suatu tidak pidanana diancam karena menimbulkan persangkaan palsu dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Ancaman hukum dalam pasal ini adalah orang yang dengan sengaja melakukan suatu perbuatan yang menyebabkan orang lain secara tidak benar terlibat dalam suatu tindak pidana. Selanjutnya terkait dengan pertanyaan saudara mengenai pengacara yang mendampingi ayah saudara apakah dapat dituntut balik, dapat kami sampaikan bahwa , sebagaimana diamanatkan dalam pasal 16 UU Advokat Jo Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XI/2013 tentang Imunitas profesi advokat yang lebih populer dengan sebutan ketentuan imunitas profesi advokat yang berbunyi : Advokat tidak dapat dituntut balik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan. Adapaun lingkup tindakan yang dapat dilindungi ”tindakan dalam sidang pengadilan ”. Menurut hemat kami apabila hal itu dilakukan dalam sidang pengadilan maka ia berhak atas hak imunitasnya. Terkait dengan permasalahan fitnah yang ayah saudara hadapi, sebaiknya saudara ajukan pemberhentian penujukan terhadap pengacara dimaksud, kemudian saudara dipersilahkan menghubungi kanwil Hukum dan HAM provinsi Jatim, aga bisa direkomendasikan untuk memperoleh bantuan hukum gratis melalui organisasi bantuan hukum (OBH), di wilayah Jawa timur yang sudah terakreditasi di Kementerian Hukum dan HAM. Kiranya ini yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat Dasar hukum KUHP UU Advokat Disclaimer: Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak mengikat sebagaimana putusan pengadilan Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey pada link berikut ini https://survei.balitbangham.go.id/ly/AqYt83xH dan memberikan penilaian *Sangat Baik* atas layanan yang telah kami berikan. Terimakasih