Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • siti khodijah

    saya member arisan di beberapa arisan karena ada situasi covid seperti ini smpai kerja di rumahkan tanpa gaji saya tidak mampu membayar arisan seperti semula tetapi saya ngomong baik baik ke owner kalo saya minta sudahan diarisan tersebut dan akan membayar kekurangan arisan yg sudah saya daptkan dengan cicil tetapi owner tidak setuju dan akan membawa ke proses hukum, apakan saya akan dipidana??

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh: Ivo Hetty Novita, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Madya) Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami. Berdasarkan apa yang disampaikan melalui online, dapat kami berikan tanggapan sebagai berikut : Sebelumnya, kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai definisi arisan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arisan merupakan kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. Ketika peserta arisan telah sepakat untuk mengadakan suatu arisan dengan nilai uang atau barang tertentu dan dalam periode waktu tertentu, maka sebenarnya di antara para peserta arisan telah terjadi suatu perjanjian. Arisan diakui sebagai perjanjian walaupun seringkali dilakukan berdasarkan kata sepakat dari para pesertanya tanpa dibuatkan suatu surat perjanjian. Berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, syarat sahnya suatu perjanjian memang tidak mensyaratkan bahwa perjanjian harus dalam bentuk tertulis. Pasal 1320 KUH Perdata menyebutkan adanya 4 (empat ) syarat sahnya suatu perjanjian, yakni: Adanya kata sepakat bagi mereka yang mengikatkan dirinya; Kecakapan para pihak untuk membuat suatu perikatan; Suatu hal tertentu; dan Suatu sebab (causa) yang halal. Perjanjian arisan sebagaimana perjanjian pada umumnya, akan menimbulkan hak dan kewajiban di antara para pesertanya. Berdasarkan penjelasan tersebut, terdapat hubungan hukum antara para peserta dengan pengurus dalam suatu arisan yang disepakati bersama. Hubungan arisan tersebut timbul karena perjanjian. Dari perjanjian itu muncul hak dan kewajiban. Maka pihak yang tidak memenuhi kewajibannya dapat digugat secara perdata atas dasar wanprestasi Sebelum melakukan gugatan atas dasar wanprestasi, harus dilakukan somasi terhadap orang yang tidak memenuhi kewajibannya itu. Jika setelah somasi dilakukan, orang tersebut tetap tidak memenuhi kewajibannya, maka orang tersebut dapat digugat perdata atas dasar wanprestasi. Terkait perkara arisan, Mahkamah Agung pernah mengeluarkan putusan, yaitu Putusan Mahkamah Agung No. 2071 K/Pdt/2006 yang dalam pertimbangannya berpendapat bahwa Penggugat dengan para tergugat ada hubungan arisan. Penggugat sebagai anggota/peserta sedangkan para tergugat sebagai pengurus dan di dalam arisan tersebut telah disepakati bersama dimana penggugat sebagai peserta mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi yaitu membayar sejumlah uang sesuai dengan besarnya arisan dan banyaknya arisan yang diikuti dan jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama, sedangkan para tergugat selaku ketua/pengurus bertanggung jawab dan mempunyai kewajiban harus membayar kepada para peserta apabila peserta mendapatkan arisan yang diikuti sesuai besar dan jumlah arisan yang disepakati. Apabila melihat permasalahan yang Saudara hadapi terkait kesulitan membayar akibat pandemi covid 19, maka sebaiknya tetap diajukan keringanan membayar kewajiban dengan melampirkan bukti terkait covid tersebut kepada pengurus arisan dan dicari solusi secara musyawarah dan kekeluargaan. Apabila Saudara dirumahkan dari pekerjaan dan tidak mendapatkan pembayaran lagi, maka kondisi Saudara sebagai orang yang terdampak langsung seharusnya menjadi pertimbangan bagi pengurus dan anggota lainnya untuk membuat kesepakatan baru, namun atas dasar persetujuan semua anggota sebagaimana perjanjian yang dilakukan di awal arisan. Persetujuan baru para pihak tersebut dapat dituangkan di dalam bentuk perjanjian tertulis yang isinya berupa pernyataan Saudara untuk melaksanakan kewajiban berupa pembayaran arisan dalam bentuk cicilan. Jika permohonan Saudara tetap ditolak baik oleh pengurus maupun anggota arisan lainnya, dan Saudara tetap tidak dapat memenuhi kewajiban, maka mereka memang memiliki hak untuk melaporkan Saudara atas dasar wanprestasi. Jika hal itu terjadi, maka Saudara dapat menyempaikan apa yang Saudara alami akibat covid 19 dan niat untuk membayar dalam bentuk cicilan sebagai alat bukti. Demikian jawaban kami tentang permasalahan hukum Saudara, semoga dapat bermanfaat dan membantu. Selanjutnya perlu diketahui bahwa penjelasan ini merupakan pendapat hukum yang tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat seperti halnya putusan pengadilan Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey pada link berikut ini https://survei.balitbangham.go.id/ly/AqYt83xH dan memberikan penilaian *Sangat Baik* atas layanan yang telah kami berikan. Terimakasih