Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • amberina

    Abang saya sudah talak,dan diusir dari rmh.karna istri selalu minta cerai terus karna bosan hidup susah.tapi saat mau urus surat cerai,buku nikah,kartu keluarga,dan surat" penting lainnya malah disembunyikan. istrinya minta uang 30jt baru dikasikan surat"nya. langkah apa yg harus dimbil dengan masalah seperti itu ya Pak/Bu. mohon bantuan untuk menghadapi hal seperti itu. terima kasih

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh: Nurhayati, S.H., M.Si. (Penyuluh Hukum Madya) Terima kasih atas pertanyaan Saudara Amberina kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional tentang perceraian. Perceraian merupakan berakhirnya hubungan sebagai suami istri., yang terjadi karena antara suami dan istri tersebut tidak dapat lagi mempertahankan mahligai pernikahan mereka. Cerai adalah jalan terakhir untuk mengakhiri kemelut rumah tangga yang terjadi. Baik dari pihak suami maupun istri dapat mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan dengan alasan sebagaimana diatur dalam Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam maupun Pasal 39 UU No 1 Tahun 1974 antara lain :: salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan; salah satu pihak mninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya; salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung; salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain; salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau isteri; antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga; Suami melanggar taklik talak; peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga. Berdasarkan Pasal 116 KHI diatas, sering terjadinya perselisihan dan pertengkaran antara suami istri dan tidak ada harapan akan hidup rukum lagi dalam rumah tangga merupakan salah satu yang menjadi alasan perceraian. Gugatan cerai dapat diajukan pihak suami atau pun istri. Dalam kasus yang saudara sampaikan abang anda dalam kehidupan rumah tangganya nampaknya sering terjadi pertengkaran atau perselisihan karena istrinya tidak mau hidup susah. Jika memang sudah tidak dipertahankan maka abang anda dapat mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan. Untuk pasangan yang beragama Islam, gugatan dapat dilayangkan ke Pengadilan Agama, sedangkan bagi pasangan non-muslin gugatan dapat didaftarkan di Pengadilan Negeri. Kami berasumsi abang anda beragama Islam sehingga gugatan dapat diajukan di Pengadilan Agama tempat tinggal tergugat (si istri). Untuk mendaftarkan gugatan harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan Pengadilan diantaranya : Surat nikah asli Fotokopi surat nikah Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari penggugat Surat keterangan dari kelurahan Fotokopi Kartu Keluarga (KK) Fotokopi akte kelahiran anak (jika memiliki anak) Meterai Bila istri abang anda tidak mau menyerahkan dokumen dokumen tersebut, maka cobalah untuk membicarakan secara baik-baik untuk dicarikan solusinya. Jika memang suami istri itu sepakat bahwa perceraian merupakan jalan yang terbaik untuk keduanya maka diharapkan istrinya untuk tidak mempersulit proses tersebut. Kami sarankan anda untuk meminta bantuan mediator non hakim untuk dibicarakan secara kekeluargaan. Demikian pula perihal uang 30 juta yang diminta si istri sebaiknya dibicarakan secara baik-baik. Jika setelah dibicarakan baik baik dan dimediasi tidak menemukan jalan keluar, Upaya lain agar proses cerai tetap dapat dilakukan adalah dengan meminta copy dokumen dokumen tersebut ke instansi terkait yang mengeluarkannya, misalnya untuk surat nikah bisa dimintakan salinan (copy) dan legalisirnya ke Kantor Urusan Agama, Kartu Keluarga bisa dimintakan salinan (copy) dan legalisirnya ke Kantor Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. Demikian penjelasan tentang permasalahan hukum saudara, semoga dapat bermanfaat dan membantu. Disclaimer : Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak mengikat sebagaimana putusan pengadilan. Dasar Hukum : Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (KHI) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey pada link berikut ini https://survei.balitbangham.go.id/ly/AqYt83xH dan memberikan penilaian *Sangat Baik* atas layanan yang telah kami berikan. Terimakasih