Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum



  • Mawar Sharon

    Selamat Siang. Saya ingin menanyakan mengenai hukum apa yang akan diberikan pagi pinjaman online ilegal yang mengancam akan menyebarkan data pribadi para debiturnya? Saya mendapat teror ini melalui pesan whatsapp dari pinjaman online ilegal. Saya belum membayar karena dana saya tidak ada sebab pekerjaan saya terkena dampak dari virus covid19 sehingga berpengaruh besar dalam penghasilan saya. Bagaimana saya bisa menghadapi ancaman dari mereka. Undang-undang atau hukum pidana apa yang bisa diberikan kepada pinjaman online ilegal tersebut? Mohon informasinya. Terima kasih

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh: Lisa Noviana, S.H. (Penyuluh Hukum Ahli Muda) Terkait dengan pertanyaan Anda mengenai ancaman teror melalui pesan whatsapp, kami sampaikan bahwa pelaku ancaman melalui media elektronik dapat dikenakan pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1916 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016) yaitu Pasal 29 UU ITE jo. Pasal 45B UU 19/2016. Isi Pasal 29 UU ITE dan Pasal 45B UU 19/2016 yaitu: Pasal 29 UU ITE “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti secara pribadi.” Pasal 45B UU 19/2016 “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).” Ketentuan dalam Pasal 45B UU 19/2016 ini termasuk juga perundungan di dunia siber (cyber bullying) yang mengandung unsur ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dan mengakibatkan kekerasan fisik, psikis, dan/ atau kerugian materiil. Kemudian, mengenai penyebaran data pribadi sebagaimana keterangan dalam pertanyaan Anda, kami jelaskan bahwa data pribadi merupakan hak privasi seorang warga negara yang dijamin dan dilindungi oleh negara. Tindakan menyebarluaskan data pribadi/ identitas warga negara merupakan perbuatan yang melanggar jaminan perlindungan hak privasi seorang warga negara sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, yaitu: “Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.” Ketentuan mengenai pelindungan data pribadi melalui media elektronik terdapat dalam Pasal 26 ayat (1) dan (2) UU 19/2016, yaitu : Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan. Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan undang-undang ini. Dijelaskan juga dalam Pasal 32 ayat (2) UU ITE : “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak.” Sanksinya diatur dalam Pasal 48 ayat (2) UU ITE : “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).” Maka, menjawab pertanyaan Anda: Pengancaman perusahaan pinjaman online terhadap Anda melalui media elektronik dapat dijerat dengan Pasal 29 jo Pasal 45B UU ITE. Pelaku pengancaman dapat diproses pidana. Anda dapat menyampaikan laporan kepada pihak Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia pada unit/bagian cybercrime atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Sub Direktorat Penyidikan dan Penindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera ditindaklanjuti. Alternatif lainnya Anda dapat mengadukannya melalui laman Aduan Konten dari Kementerian Komunikasi dan Informatikan Republik Indonesia. Data pribadi merupakan hak privasi setiap warga negara yang dilindungi oleh negara. Tindakan menyebarluaskan data pribadi/ identitas warga negara merupakan perbuatan yang melanggar jaminan perlindungan hak privasi seorang warga negara. Bagi perusahaan pinjaman online yang melakukan pelanggaran berupa penyebaran data pribadi dapat dijerat Pasal 32 juncto (jo) Pasal 48 UU ITE. Pada dasarnya, Anda berkewajiban mengembalikan semua pinjaman meskipun pinjaman itu berasal dari pinjaman online ilegal, karena telah terjadi perjanjian pinjam meminjam yang disepakati antara Anda dan perusahaan pinjaman online ilegal tersebut. Berkaitan dengan gangguan yang Anda hadapi, Anda dapat melakukan pengaduan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang berbunyi: OJK melakukan pelayanan pengaduan Konsumen yang meliputi: menyiapkan perangkat yang memadai untuk pelayanan pengaduan Konsumen yang dirugikan oleh pelaku di Lembaga Jasa Keuangan; membuat mekanisme pengaduan Konsumen yang dirugikan oleh pelaku di Lembaga Jasa Keuangan; dan memfasilitasi penyelesaian pengaduan Konsumen yang dirugikan oleh pelaku di Lembaga Jasa Keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. Berdasarkan pengaduan Anda, nantinya OJK dapat melakukan pemblokiran dan pemberhentian usaha bagi penyelenggara yang tidak terdaftar dan tanpa izin (ilegal). Demikian dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dipahami. Disclaimer : jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sebagaimana putusan pengadilan. Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey pada link berikut ini https://survei.balitbangham.go.id/ly/AqYt83xH dan memberikan penilaian *Sangat Baik* atas layanan yang telah kami berikan. Terimakasih