Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • muh.yusuf

    ketika seseorang menggunakan kendaraan mobil rental melakukan transaksi narkoba tanpa diketahui oleh pemilik kendaraan bahwa mobilnya dipergunakan untuk melakukan transaksi narkoba. bagaimana proses hukum ttg kendaraan tersebut

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh: Kartika Beliana, S.I.Kom. (Penyuluh Hukum Ahli Pertama) R. Soesilo dalam buku Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 75-76) menjelaskan bahwa orang “membantu melakukan” jika ia sengaja memberikan bantuan tersebut, pada waktu atau sebelum (jadi tidak sesudahnya) kejahatan itu dilakukan. Bila bantuan itu diberikan sesudah kejahatan itu dilakukan, maka orang tersebut melakukan perbuatan “sekongkol” atau “tadah” melanggar Pasal 480 KUHP, atau peristiwa pidana yang tersebut dalam Pasal 221 KUHP. Dalam penjelasan Pasal 56 KUHP ini dikatakan bahwa elemen “sengaja” harus ada, sehingga orang yang secara kebetulan dengan tidak mengetahui telah memberikan kesempatan, daya upaya, atau keterangan untuk melakukan kejahatan itu tidak dihukum. “Niat” untuk melakukan kejahatan itu harus timbul dari orang yang diberi bantuan, kesempatan, daya upaya atau keterangan itu. Jika niatnya itu timbul dari orang yang memberi bantuan sendiri, maka orang itu bersalah berbuat “membujuk melakukan” (uitlokking). Akan tetapi, jika Anda sebagai orang yang mempunyai mobil rental tersebut tidak tahu bahwa mobil itu akan digunakan untuk melakukan tindak pidana, maka Anda tidak dapat dihukum sebagai orang yang membantu melakukan tindak pidana dengan status tersangka sebab masih harus ada bukti nyata jika mau dinyatakan sah bersalah. Lebih lanjut, setelah persidangan perkara tindak pidana tersebut selesai, maka mobil Anda akan dikembalikan kepada Anda, sebagaimana diatur dalam Pasal 194 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”): Pasal 56 KUHP menyatakan bahwa yang dihukum sebagai orang yang membantu melakukan kejahatan Ialah : 1. Barangsiapa dengan sengaja membantu melakukan kejahatan itu; 2. Barangsiapa dengan sengaja memberikan kesempatan, daya upaya, atau keterangan untuk melakukan kejahatan itu. Pasal 194 KUHAP: (1) Dalam hal putusan pemidanaan atau bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum, pengadilan menetapkan supaya barang bukti yang disita diserahkan kepada pihak yang paling berhak menerima kembali yang namanya tercantum dalam putusan tersebut kecuali jika menurut ketentuan undang-undang barang bukti itu harus dirampas untuk kepentingan negara atau dimusnahkan atau di rusak sehingga tidak dapat dipergunakan lagi; (2) Kecuali apabila terdapat alasan yang sah, pengadilan menetapkan supaya barang bukti diserahkan segera sesudah sidang selesai; (3) Perintah penyerahan barang bukti dilakukan tanpa disertai sesuatu syarat apapun kecuali dalam hal putusan pengadilan belum mempunyai kekuatan hukum tetap. Sebagai contoh, dalam Putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung Nomor: PUT/234-K/PM.II-09/AD/XII/2009. Dalam putusan ini, pemilik mobil yang meminjamkan mobilnya (rental mobil) kepada Terdakwa hanya dijadikan saksi dalam kasus ini. Yang mana dalam kasus ini, pemilik mobil tidak tahu tentang mobil rental tersebut yang akan dilakukan untuk adanya tindak transaksi narkoba yang akan dilakukan oleh Terdakwa. Kemudian dalam putusannya, Hakim menetapkan agar barang bukti berupa mobil (yang digunakan dalam tindak pidana) dikembalikan kepada pemiliknya.