Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Ally

    Apakah pengambilan kayu di tanah/kebon. punyaknya orang lain melanggar pasal berapa?

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh : Rahmad Syafaat Habibi, S.H., C.L.A. (Penyuluh Hukum Ahli Pertama) Sebelumnya kami Penyuluh Hukum pada Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI mengucapkan terimakasih karena telah menggunakan layanan konsultasi hukum di website www.lsc.bphn.go.id . dalam berkonsultasi hukum mengenai permasalahan hukum Anda. Pertanyaan yang Anda ajukan mengenai apakah mengambil kayu di tanah/kebon milik orang lain dapat di pidana? Kalau dapat dipidana masuk pada pasal berapa dalam KUHP ? Maka dalam hal ini Saya akan menjelaskan terlebih dahulu asas legalitas dalam hukum pidana yang berlaku di Indonesia. Dalam Pasal 1 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi “Suatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan ketentuan perundang-undangan pidana yang telah ada sebelumnya”. Dalam asas legalitas disini ada penekanan yaitu bahwa tidak ada suatu perbuatan pun yang terlarang atau diharuskan kecuali hal tersebut telah dinyatakan secara tegas dalam suatu ketentuan undang-undang, hingga hukum yang sifatnya tidak tertulis itu haruslah dikesampingkan, dan tidak ada satu hukuman pun yang dapat dijatuhkan terhadap orang yang telah melanggar suatu larangan atau suatu keharusan, kecuali jika hukuman itu telah diancamkan dalam suatu ketentuan undang-undang yang telah ada terlebih dahulu daripada pelanggarannya itu sendiri. Dan jika kita lihat dalam kasus yang Anda kemukakan maka harus kita lihat dahulu apakah perbuatan mencuri kayu pada lahan milik orang lain termasuk dalam kategori perbuatan/tindak pidana dalam KUHP atau dalam undnag-undang lainnya. Kita dapat melihat pada Pasal 362 KUHP yang berbunyi “Barang siapa mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk memilikinya secara melawan hukum, diancam karena pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda sebanyak- banyaknya RP 900”. Ketentuan tersebut terdiri dari unsur-unsur tindak pidana pencurian. Apabila tindakan seseorang memenuhi unsur-unsur pencurian, maka orang tersebut dapat dikenakan ancaman pidana. Dapat dilihat dalam ketentuan tersebut, tidak ditentukan objek apa yang menjadi barang curian. Baik itu hanya sebuah kayu seperti yang Anda kemukakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa meskipun hanya potongan kayu, apabila terpenuhi unsur-unsur pencurian, orang yang mencuri/mengambil kayu yang bukan miliknya tetap dapat dikenakan pidana. Akan tetapi dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 jika harganya tidak lebih dari Rp 2,5 juta, maka dianggap pencurian ringan sebagaimana diatur/dimaksud dalam Pasal 364 KUHP yaitu diancam karena pencurian ringan dengan pidana penjara paling lama tiga bulan. Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Terimakasih karena telah memberikan kepercayaan kepada Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum BPHN Kementerian Hukum dan HAM RI dalam konsultasi hukum Anda. Disclaimer : Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak mengikat sebagaimana putusan pengadilan. Mohon kepada Saudara Ally untuk mengisi survey Indeks Kepuasan Masyarakat atas layanan konsultasi hukum gratis. Silahkan klik tautan dibawah ini: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfZWUXxTVWixDSacyDv-hmTA50- QYV15ac1Vdgb2r-v8Fit_A/viewform?vc=0&c=0&w=1