Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • firman hidayat

    singkat cerita ..saya mau meminjam uang di aplikasi rp.700.000.. singkat cerita kita wassapan sama team analis/sales aplikasi tersebut .sesaat saya lagi nego + bertanya tentang bunga & tenor tiba2 uang langsung dikirim ke rekening saya yg sudah saya daftarkan di aplikasi tersebut sebesar Rp.441.000 dan pengembalian harus Rp.784.000 tanpa pemberitahuan dll nya .. . saya keberatan pak dan tidak mau nerima uang itu karena saya anggap tanpa persetujuan saya di tambah bunga yang tinggi dan uang yg saya terima di potong .. . saya kembali mempertanyakannya dan ingin mengembalikan uangnya saat itu juga ..tapi wassap saya langsung di blokir .. . BAGAIMANA SOLUSINYA saya merasa dipaksa pak ? terimaksih

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh : Bernita Sinurat, S.Komp. (Penyuluh Hukum Ahli Pertama) Terima kasih atas pertanyaan dari saudara Firman Hidayat. Terkait dengan pertanyaan yang saudara ajukan, terlebih dahulu saya akan menjelaskan bahwa Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 /POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi). Berkaitan dengan hal tersebut perlu diperhatikan, Penyelenggara Pinjaman Online (aplikasi) yang saudara gunakan apakah sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK? Kemudian, apakah pada saat pengajuan pada aplikasi, ada perjanjian kontrak yang saudara tanda-tangani (secara elektronik) yang paling sedikit memuat : a. nomor perjanjian; b. tanggal perjanjian; c. identitas para pihak; d. ketentuan mengenai hak dan kewajiban para pihak; e. jumlah pinjaman; f. suku bunga pinjaman; g. besarnya komisi; h. jangka waktu; i. rincian biaya terkait; j. ketentuan mengenai dendadenda (jika ada); k. mekanisme penyelesaian sengketa mekanisme penyelesaian sengketa; dan l. mekanisme penyelesaian dalam hal Penyelenggara tidak dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya (pasal 19, POJK Nomor 77 /POJK.01/2016). Perjanjian kontrak tersebut akan menjadi sangat penting dalam penyelesaian masalah yang saudara hadapi. Perjanjian kontrak yang berisi hak dan kewajiban saudara dan penyelenggara menjadi dasar apabila suatu saat terjadi perselisihan antara pihak-pihak yang membuat perjanjian. Berdasarkan Pasal 1754 KUHPerdata disebutkan bahwa “pinjam-meminjam adalah persetujuan dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain sesuatu jumlah tentang barang-barang atau uang yang menghabiskan karena pemakaian, dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan dengan jumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula”. Ketentuan Pasal 1754 KUHPerdata tersebut menunjukkan bahwa pihak yang meminjamkan sejumlah uang kepada pihak lain, harus memberi kembali sejumlah uang yang sama sesuai dengan persetujuan yang disepakati. Perjanjian kontrak pinjam meminjam dapat dikatalan sah dan mempunyai kekuatan hukum tetap apabila memenuhi syarat sebagai berikut : (pasal 1320 KUHPerdata) 1. kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya; 2. kecakapan untuk membuat suatu perikatan; 3. suatu pokok persoalan tertentu; 4. suatu sebab yang tidak terlarang. Perjanjian juga harus didasari oleh itikad baik. Pada Pasal 1254 KUHPerdata disebutkan ”Semua syarat yang bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana, sesuatu yang bertentangan dengan kesusilaan yang baik, atau sesuatu yang dilarang oleh undang-undang adalah batal dan mengakibatkan persetujuan yang digantungkan padanya tak berlaku”. Berdasarkan penjelasan diatas, menjawab pertanyaan saudara terkait keberatan terhadap pinjaman yang saudara lakukan bahwa 1. Saudara dapat melakukan pengecekan pada aplikasi pinjaman yang saudara daftarkan apakah sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan apakah terdapat perjanjian kontrak yang sudah dibubuhi tanda-tangan anda secara elektronik. Apabila memang terdapat perjanjian terkait pinjaman saudara, maka saudara harus menjalankan perjanjian kontrak tersebut; 2. Apabila saudara merasa tidak sepakat dengan kontrak tersebut, saudara dapat membuat pengaduan tertulis, yang ditujuan kepada pihak pihak penyedia pinjaman dan ditembuskan ke instansi terkait, misalnya OJK (https://www.lapor.go.id/instansi/otoritas-jasa-keuangan atau surel resmi OJK di waspadainvestasi@ojk.go.id), atau melaporkan ke pihak kepolisian dengan melampirkan bukti-bukti yang ada. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat. Dasar hukum: - Kitab Undang-Undang Hukum Perdata; - Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 /POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi; Disclaimer : Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak mengikat sebagaimana putusan pengadilan. Mohon kepada Saudara Firman Hidayat untuk mengisi survey Indeks Kepuasan Masyarakat atas layanan konsultasi hukum gratis. Silahkan klik tautan dibawah ini: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfZWUXxTVWixDSacyDv-hmTA50-QYV15ac1Vdgb2r-v8Fit_A/viewform?vc=0&c=0&w=1