Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum



  • sindy

    Saya mau bertanya soal Cuti Bersyarat. Adik saya terkena kasus 363 KUHP, sudah menjalani 2/3 hukuman, sudah lengkap data-data untuk CB, sudah disetuju juga oleh lapas. Seharusnya November sudah bebas tetapi sampai Desember tidak kunjung bebas. Setiap ditanya jawabnya nunggu SK dari Jakarta. Mohon ini keterlambatan SK dari Jakarta sampai kapan, untuk sistemnya juga tolong diperbaiki

  • Dijawab Oleh -

    Oleh: Mursalim, S.H. (Penyuluh Hukum). Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan Yth. Kepada Sindy di Provinsi Jawa Timur, maka atas pertanyaan dapat saya sampaikan sebagai berikut: Pencurian Pencurian merupakan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun. Mencuri berarti mengambil barang sebagian atau seluruhnya milik orang lain baik dilakukan sendiri maupun dengan orang lain. Secara umum, pencurian diatur pada Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), yang berbunyi: “Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah”. Kasus Pasal 363 KUHP Sebagaimana yang Anda sampaikan, bahwa adik Anda terkena kasus Pasal 363 KUHP. Kasus Pasal 363 mengatur katagori pencurian dengan bersekutu sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 atas sebuah tindak pidana, dengan ancaman pidana 7 – 9 tahun. Pasal 363 KUHP yang berbunyi: (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun: 1. pencurian ternak; 2. pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan, banjir gempa bumi, atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang; 3. pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak; 4. pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih: 5. pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu. (2) Jika pencurian yang diterangkan dalam butir 3 disertai dengan salah satu hal dalam butir 4 dan 5, maka diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Pasal 363 ayat (1) ke-4 merupakan pasal pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumanya dinaikkan menjadi maksimum 7 tahun. Pasal ini tidak bisa dilepaskan dari pasal genus-nya yaitu pasal 362 tersebut. Pengertian Cuti Bersyarat (CB) Berdasar Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 03 Tahun 2018 tentang Syarat Dan Tata Cara Pemberian RemisiI, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Dan Cuti Bersyarat (CB). Bahwa pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat dilakukan untuk memberikan motivasi dan kesempatan kepada narapidana dan anak didik pemasyarakatan untuk mendapatkan kesejahteraan sosial, pendidikan, keterampilan guna mempersiapkan diri di tengah masyarakat serta mendorong peran serta masyarakat untuk secara aktif ikut serta mendukung penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan. Cuti Bersyarat (CB), Pasal 1 angka 6 Permenkumham no 3 tahun 2018, menyebutkan: “Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat adalah program pembinaan untuk mengintegrasikan Narapidana dan Anak ke dalam kehidupan masyarakat setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan”. Karena adik Anda terkena pidana Pasal 363 KUHP, maka adik ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (LAPAS). Lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana. Adik sudah menjalani 2/3 hukuman, sudah lengkap data-data untuk CB, sudah disetujui juga oleh Lapas, namun belum mendapatkan CB. Pasal 2 ayat (1) Permenkumham no 3 tahun 2018 menyebutkan: Setiap Narapidana dan Anak berhak mendapatkan Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat. Ayat (3) menyebutkan: Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan dengan mempertimbangkan kepentingan keamanan, ketertiban umum, dan rasa keadilan masyarakat. Berdadaskan Pasal 114 Permenkumham no 3 tahun 2018 mengenai Syarat Pemberian Cuti Bersyarat bagi Narapidana. (1) Cuti Bersyarat dapat diberikan kepada Narapidana yang telah memenuhi syarat: a. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan; b. telah menjalani paling sedikit 2/3 (dua per tiga) masa pidana; dan c. berkelakuan baik dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana. (2) Cuti Bersyarat bagi Narapidana diberikan untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. Kelengkapan Dokumen CB Berdasar Pasal 118, Kelengkapan Dokumen Syarat Pemberian Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak: (1) Syarat pemberian Cuti Bersyarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 sampai dengan Pasal 117 dibuktikan dengan kelengkapan dokumen: a. fotokopi kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan; b. laporan perkembangan pembinaan Narapidana atau Anak yang ditandatangani oleh Kepala Lapas/LPKA. c. laporan penelitian kemasyarakatan yang dibuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan yang diketahui oleh Kepala Bapas; d. surat pemberitahuan ke Kejaksaan Negeri tentang rencana pemberian Cuti Bersyarat terhadap Narapidana atau Anak yang bersangkutan; e. salinan register F dari Kepala Lapas/LPKA; f. salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas/LPKA; g. surat pernyataan dari Narapidana atau Anak tidak akan melakukan perbuatan melanggar hukum; dan h. surat jaminan kesanggupan dari pihak Keluarga, Wali, Lembaga Sosial atau Yayasan yang diketahui oleh lurah atau kepala desa atau nama lain yang menyatakan bahwa: 1. Narapidana atau Anak tidak akan melarikan diri dan/atau tidak melakukan perbuatan melanggar hukum; dan 2. membantu dalam membimbing dan mengawasi Narapidana atau Anak selama mengikuti program Cuti Bersyarat. (2) Dalam hal surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d tidak mendapatkan surat balasan dari Kejaksaan Negeri paling lama 12 (dua belas) Hari untuk narapidana dan 7 (tujuh) Hari untuk Anak terhitung sejak tanggal surat pemberitahuan dikirim, Cuti Bersyarat tetap diberikan. Tata Cara Pemberian Cuti Bersyarat Seiiring pemanfaatan teknologi informasi (TI) diberbagai bidang. Maka pengajuan Cuti Bersyarat (CB) saat ini juga memanfaatkan TI. Sebagaimana Pasal 120 Permenkumham no. 3 tahun 2018, mengatur Tata Cara Pemberian Cuti Bersyarat sebagai berikut: (1) Pemberian Cuti Bersyarat dilaksanakan melalui sistem informasi pemasyarakatan. (2) Sistem informasi pemasyarakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan sistem informasi pemasyarakatan yang terintegrasi antara Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Kantor Wilayah, dengan Direktorat Jenderal. Menjawab Pertanyaan Anda Jadi, menjawab pertanyaan Anda pada dasarnya semua narapida dapat menerima Cuti Bersyarat, apalagi menurut anda semua persyaratan telah terpenuhi sebagaimana diatas. Sedangkan mekanisme CB, adalah bahwa pengajuan untuk mendapatkan Cuti Bersyarat cukup diajukan kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dimana adik Anda menjalani hukuman dan kemudian pihak Lapas (Petugas Pemasyarakatan) akan mendatanya, lalu mengusulkan ke Kepala Lapas untuk disetujui. Setelah disetujui, lalu Kepala Lapas menyampaikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan Pusat (Jakarta) dengan tembusan kepada Kepala Kantor Wilayah (Surabaya). Setelah usulan diverifikasi oleh Kepala Kantor Wilayah, hasil verifikasi disampaikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Pusat/Jakarta). Jika Direktur Jenderal Pemasyarakatan menyetujui usul pemberian Cuti Bersyarat, maka Direktur Jenderal Pemasyarakatan atas nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menetapkan keputusan pemberian Cuti Bersyarat. Demikian mekanisme pemberian cuti bersyarat (CB). Apakah pengajuan Cuti Bersyarat (CB) adik Anda dilakukan melalui sistem informasi pemasyarakatan sebagaima diatur Pasal 120 tersebut. Atau dilakukan secara manual. Disni anda tidak menyampaikan cara Anda mengajukan Cuti Bersyarat (CB). Karena sekarang ini semua sistem pelayanan dilakukan melalui aplikasi sehingga informasi yang disampaikan lebih terintegrasi. Sebagaimana Anda sampaikan bahwa bebasnya adik Anda karena masih menunggu SK dari Jakarta. Saya berasumsi, mungkin SK yang ditunggu masih dalam proses.. Untuk itu mungkin jangan bosan-bosan mencari informasi terkait SK tersebut demi bebasnya adik anda. Demikian yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.