Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • cici

    saya mau tanya, apa dampak hukum yg akan didapat jika 2 orang oknum polisi dan 3 oknum warga sipil melakukan penganiayaan terhadap perempuan dg menyekel kepala dg tangan, menarik tangan, memaki-maki didepan keramaian, dan menarik hak kebebasan perempuan tersebut dg alasan pemaksaan untuk mengajak usg. apakah itu di perbolehkan utk mengajak org usg tapi dg cara pemaksaan dan penganiayaan

  • Dijawab Oleh -

    Oleh: Ridwan, S.H., S.IP., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya). Terimakasih telah berkonsultasi dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional. Dampak terhadap oknum-oknum yang melakukan penganiayaan terhadap perempuan dengan cara memperlakukan kasar dan tidak sepantasnya terhadap perempuan termasuk mempermalukan di depan umum pada dasarnya adalah melanggar hukum dan hak asasi manusia. Terhadap petugas tidak sepatutnya memperlakukan perempuan seperti yang telah diterangkan oleh penanya/klien dan sebaliknya mereka/oknum-oknum itu seharusnya melindungi, mengayomi dan memperlakukan dengan baik terhadap perempuan yang sedang mendapat masalah jangan sampai terjadi hal-hal yang berdampak buruk terhadap perempuan yang sedang mengalami permasalahan hukum yang menimpanya. Kalau memang oknum petugas tersebut telah melakukan tindakan yang berlebihan maka oknum petugas tersebut harus dilaporkan ke atasannya atau pimpinannya supaya mendapat tegoran bahwa mereka telah melanggar code etik atas perlakuannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat ( dikenakan tindakan tindakan indisipliner ). Adapun tindakan yang dilakukan oleh 3 orang oknum sipil terhadap perempuan adalah penganiayaan ringan dan pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan maka bisa dilaporkan pada pihak berwajib/polisi atas perlakuaannya terhadap perempuan dimaksud ini adalah perbuatan tindak pidana sesuai dengan Pasal 205 ayat (1) KUHP dan jo. Pasal 1 ayat (1)Perkababinkam Kepolisian RI No. 13 Tahun 2009. Pada prinsipnya tidak boleh mengajak orang dalam bentuk apapun dengan cara pemaksaan dan dengan cara penganiayaan apalagi terhadap perempuan, itu dalah perbuatan melanggar hukum dan hak asasi manusia sesuai dengan Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.