Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Abi

    Saya ingin menanyakan kasus bapak sya sebut saja A .dia di dapok sebagai ketua arisan antar tetangga dengan menggunakan bunga ...tapi bukan bunga sepwrti rentenir..udah di hitung semua uang di bagikan secara adil pada semua anggota dan di iyakan dan pembagian lunas g aada masalh udah selsai 2 th lalu....tonggal menonggalkan orang orang yg berhutang dan orang yg beehutang di siruh bayar utang tapi g mau ...malah bikin keributan danencari cari gimama caranya g bauar utang dia buka lagi kasus arisan yang 2 th selsai di ituung ulang dengan mengginakan itungan rentenir dan akrnya bapaku katanya berhutang sekian juta...yang jadi pertanyaan apakah kalau bapaku g bayar kena uu atau g....karena dulu waktu arisan g ada perjanjian materai dan kalau g bolehkah kita melaporkan orang orang yang mencemarkan nama bail bapak saya

  • Dijawab Oleh -

    Oleh: Heri Setiawan, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya). Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang Saudara sampaikan, selanjutnya terkait permasalahan ketua arisan yang sudah selesai dengan jangka waktu 2 tahun, tetapi menyisakan anggota yang berhutang dan tidak mau membayar sedangkan arisan tidak didasarkan dengan perjanjian yang bermeterai. Bolehkah melaporkan orang-orang yang mencemarkan nama baik karena ada masalah dengan arisan yang ada, berikut kami jelaskan : a. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arisan diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. Arisan diakui sebagai perjanjian walaupun seringkali dilakukan berdasarkan kata sepakat dari para pesertanya tanpa dibuatkan suatu surat perjanjian. Karena, syarat sah suatu perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) memang tidak mensyaratkan bahwa perjanjian harus dalam bentuk tertulis. b. Upaya yang bisa Saudara lakukan adalah mengajukan gugatan wanprestasi atau ingkar janji dari para anggota arisan yang berhutang dengan dasar arisan sebelumnya ke Pengadilan. Dasar hukumnya Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukm Perdata (KUHPer), berbunyi: “Penggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya.” c. Oleh karena itu, sebaiknya langkah yang harus dilakukan adalah mengajukan gugatan wanpestasi ke Pengadilan Negeri untuk menuntut hutang dari uang arisan yang belum kembali dari para member arisan, biaya-biaya lainnya, ganti rugi dan bunga jika ada. Tidak tepat apabila membawa masalah uang arisan yang belum terbayar (perdata) ke ranah pidana, kecuali apabila memang ada unsur-unsur penipuan dan unsur pasal tindak pidana lainnya dalam pinjam meminjam/arisan tersebut. Sedangkan untuk permasalahan melaporkan orang-orang dengan dalih pencemaran nama baik, sebaiknya dipersiapkan dahulu bukti-bukti yang ada untuk mendalilkan adanya pencemaran nama baik tersebut. d. Karena permasalahan yang Saudara hadapi termasuk dalam ranah hukum perdata, maka salah satu langkah hukum yang dapat Saudara ambil berdasarkan ketentuan Pasal 1243 KUHPer adalah menuntut penggantian biaya, ganti rugi dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan dengan cara mengajukan gugatan wanprestasi ke Pengadilan Negeri setempat. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.