Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Rahmat

    saya mau tanya apakah arisan bisa saya perkarakan katika owner tidak ada kejelasan untuk membayar sedangkan saya sudah membayar full

  • Dijawab Oleh -

    Oleh: Iva Shofiya, S.H., M.Si. (Penyuluh Hukum Madya). Terkait masalah anda, yang perlu diperhatikan adalah ada/tidaknya surat perjanjian baik tertulis maupun tidak yang anda buat ketika mengikuti arisan ini. Hanya yang jelas adalah anda sudah membayar arisan secara full. Terkait hal tersebut maka yang dapat kami jelaskan adalah sebagai berikut : Ketika peserta arisan telah sepakat untuk mengadakan suatu arisan dengan nilai uang atau barang tertentu dan dalam periode waktu tertentu maka sebenarnya di antara para peserta arisan telah terjadi suatu perjanjian. Arisan diakui sebagai perjanjian walaupun seringkali dilakukan berdasarkan kata sepakat dari para pesertanya tanpa dibuatkan suatu surat perjanjian. Pengaturan hukum perdata menyebutkan bahwa, syarat sah suatu perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Suatu perjanjian berlaku atau sah apabila memenuhi ketentuan hukum yang berlaku sebagaimana disebutkan dalam pasal 1320 KUHPerdata. Dimana disebutkan syarat sahnya perjanjian adalah: 1. Adanya kesepakatan kedua belah pihak. Maksud dari kata sepakat adalah, kedua belah pihak yang membuat perjanjian setuju mengenai hal-hal yang pokok dalam kontrak. 2. Kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum. Asas cakap melakukan perbuatan hukum, adalah setiap orang yang sudah dewasa dan sehat pikirannya. Ketentuan sudah dewasa, ada beberapa pendapat, menurut KUHPerdata, dewasa adalah 21 tahun bagi laki-laki, dan 19 th bagi wanita. Menurut UU no 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dewasa adalah 19 th bagi laki-laki, 16 th bagi wanita. 3. Adanya Obyek. Sesuatu yang diperjanjikan dalam suatu perjanjian haruslah suatu hal atau barang yang cukup jelas. 4. Adanya kausa yang halal. Pasal 1335 KUHPerdata, suatu perjanjian yang tidak memakai suatu sebab yang halal, atau dibuat dengan suatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan hukum. Jadi arisan dapat dikatakan sebagai sebuah perjanjian terlepas apakah perjanjian tersebut tertulis atau tidak. Terhadap perbuatan owner yang tidak ada kejelasan untuk membayar, apakah owner dapat dikatakan sebagai wanprestasi, hal ini perlu dipahami bahwa wanprestasi adalah ingkar janji. KUHPer mengatur dalam Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer), berbunyi: “Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”. Sehingga unsur-unsur wanprestasi adalah: 1. Ada perjanjian oleh para pihak; 2. Ada pihak melanggar atau tidak melaksanakan isi perjanjian yang sudah disepakati; 3. Sudah dinyatakan lalai tapi tetap juga tidak mau melaksanakan isi perjanjian. Berdasarkan berbagai ketentuan diatas, Anda dapat memutuskan apakah keadaan yang menimpa Anda akan diperkarakan atau tidak secara perdata jika perbuatan owner arisan dianggap telah melanggar perjanjian baik terkait waktu pembayaran arisan dan jumlah arisan yang harus dibayarkan . Saran kami, cobalah menghubungi owner arisan dan membahas hak Anda terkait waktu pembayaran arisan dan jumlah arisan yang harus dibayarkan dengan melampirkan bukti Anda sudah membayar full, jika tidak terjadi kesepakatan dan owner telah jelas melanggar perjanjian maka anda dapat memperkarakan hal ini sebagai perkara perdata (wanprestasi) owner arisan anda dengan bukti-bukti yang anda miliki seperti kwitansi pembayaran atau bukti transfer baik melalui atm maupun internet (mobile banking/internet banking). Demikian semoga dapat mencerahkan. Disclaimer : Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sebagaimana putusan pengadilan. Dasar Hukum : - Kitab Undang-undang Hukum Perdata