Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Eva

    Sore bang Pak / Ibu . Saya ingin berkonsultai sebab Saya bingung harus konsultasi kemana. Jadi ortu saya baru saja kena tipu . Jumlah uangnya sekitar 110 juta. Jadi selama satu tahun ini si penipu modus pinjam uang secara bertahap. Dari awal saya sudah ragu. Tapi ortu saya sangat percaya sama penipu ini. Saking percayanya ortu saya tidak minta jaminan apa apa. Nah tapi si penipu ini memberikan buku tabungan dan atmnya ke ortu saya. Nah kebetulan ortu saya sedang butuh uang bulan ini dan ortu saya nagih ke penipu itu, penipu itu sekarang kabur dan gak tau posisinya dimana. Minta solusinya apa yg harus saya lakukan :" terima kasih sebelumnya

  • Dijawab Oleh -

    Oleh: Sumarno, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya). Terkait masalah yang Ibu Eva sampaikan, ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan. Pertama, pada dasarnya antara orang tua Saudara dan peminjam uang, secara hukum telah sama-sama mengadakan kesepakatan/perjanjian pinjam meminjam, walau tidak dibuat secara tertulis. Perbuatan orang tua Saudara dan pihak peminjam tersebut, dapat dikaitkan dengan Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berbunyi : Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. Selanjutnya, berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dinyatakan bahwa : Untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat : 1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya; 2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan; 3. Suatu hal tertentu. 4. Suatu sebab yang halal. Berkaitan dengan hal tersebut dikaitkan dengan masalah yang ibu Eva sampaikan, maka pada dasarnya antara orang tua ibu Eva dan peminjam uang telah sama-sama membuat ikatan hutang piutang, dan orang tua Ibu Eva sepakat menerima buku tabungan dan ATM nya sebagai jaminan dari pihak yang berhutang. Saran yang bisa saya sampaikan, apakah buku tabungan yang dijaminkan tersebut ada dananya atau tidak, jika ada dan mencukupi untuk membayar jumlah uang yang dipinjam, maka dapat diambil oleh orang tua Ibu Eva, karena tabungan itulah yang telah dijadikan jaminan. Langkah kedua, orang tua bu Eva, dapat mencari keberadaan pihak yang berpiutang melalui alamat yang tertera di dalam buku tabungan, agar dapat dilakukan musyawarah terkait hutang piutang yang terjadi. Jika kedua langkah tersebut tidak berhasil maka orang tua saudara dapat melaporkan kepada pihak berwajib baik secara perdata maupun pidana. Demikian jawaban yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. Disclaimer : Jawaban konsultasi hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum tetap dan tidak mengikat sebagaimana putusan pengadilan.