Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Nindya

    Saya mau bertanya, kemarin kaka dan ibu saya melakukan tindak pidana yaitu mencuri kartu kredit dan memakainya dengannominal 15 juta. Dan kami sebagai pihak keluarga bersedia untuk mengganti rugi seluruh kerugian atas pemakaian kartu kredit tsb. Apakah dapat adanya keringanan terhadap ibu dan kaka saya apabila kami sudah melakukan ganti rugi tsb? Apa hukuman yang akan diterima oleh ibu dan kaka saya nantinya?

  • Dijawab Oleh -

    Pertanyaan Konsultasi Hukum Online, dijawab oleh: Penyuluh Hukum Ahli Madya, Giyanto, SH.,MH. 1. Masalah keringanan itu berdasarkan pertimbangan dan keputusan hakim dalam sidang; hal ini yang menjadi pertimbangan hakim diantaranya kesediaan mengganti kerugian tersebut. 2. Hukuman yang akan diterima berdasarkan ketentuan undang undang yang diterapkan dalam persidangan. Saudara penanya yang kami hormati. Ketentuan dalam KUHP sebagai dasar penerapan kejahatan kartu kredit. Pengertian Pencurian menurut hukum beserta unsur-unsurnya dirumuskan dalam pasal 362 KHUP yaitu: "Barang siapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah". Pencurian yang diatur dalam pasal 363 KUHP dan pasal 365 KUHP dinamakan: “Pencurian dengan kualifikasi” Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yaitu “pencurian dengan pemberatan”, sebab dari istilah tersebut sekaligus dapat dilihat bahwa, karena sifatnya maka pencurian itu diperberat ancaman pidananya. Pengaturan sanksi atas kejahatan kartu kredit terdapat dalam KUHP, pada pasal-pasal yang dikenakan pada pelaku kejahatan kartu kredit tersebut antara lain adalah pasal 263 KUHP tentang pemalsuan, pasal 322 KUHP tentang pembocoran rahasia, pasal 362 KUHP tentang pencurian, pasal 372 tentang penggelapan, pasal 378 KUHP, tentang penipuan dan pasal 480 KUHP tentang penadahan. Pasal 378 KUHP berbunyi :“Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal atau tipu muslihat, maupuan dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun (K.U.H.P.35.43.379 s, 486).” Pasal 378a KUHP berbunyi :“Barang siapa membuat pencaharian atau kebiasannya membeli barang-barang dengan maksud supaya ia sendiri atau orang lain mendapatkan barang-barang itu dengan tidak melunaskan sama sekali pembayarannya, dihukum penjara selama-lamanya empat tahun (K.U.H.P. 394 s).” Pasal 362 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 46 juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 50 juncto Pasal 36 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 3, 4, 5, dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Keduanya terancam hukuman paling lama 20 tahun dan denda hingga Rp 10 miliar. Dalam hal ini sebagaimana dakwaan penuntut umum dan penerapan undang-undang mana yang akan diterapkan tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku tersebut. Demikian dari kami semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan hukum. Terimakasih semoga bermanfaat.