Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • SAYA

    AKUN GOJEK SAYA DIGUNAKAN OLEH ORANG LAIN TANPA PERSETUJUAN SAYA KIRA KIRA BISA DILAPORKAN ATAU TIDAK KALO BISA DILAPORKAN TERMASUK DALAM LAPORAN SEPERTI APA TERIMA KASIH

  • Dijawab Oleh -

    Pertanyaan Konsultasi Hukum Online dijawab oleh: Penyuluh Hukum Ahli Madya, Heri Setiawan, SH.,MH. Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas pertanyaan yang Saudara sampaikan, selanjutnya terkait pertanyaan penggunaan akun Gojek oleh orang lain dan tanpa sepersetujuan pemililik akun bisakan dilaporkan, dapat kami sampaikan sebagai berikut : a. Akun Gojek merupakan situs yang memberikan layanan melalui internet (online services) yang memungkinkan komunikasi dan interaksi antara pengguna Akun Gojek dengan calon pemakai jasa Gojek. Untuk dapat menggunakan layanan Gojek, maka pengguna terlebih dahulu melakukan pendaftaran (sign up) untuk membuat akun dengan nama pengguna/email (username) dan kata sandi (password) yang spesifik. Akun Gojek ini dalam perkembangannya tidak hanya berisi mengenai data/informasi elektronik yang diisi pada saat pendaftaran, tetapi juga berisi mengenai informasi elektronik lainnya yang berhubungan dengan pengguna akun tersebut. b. Penggunaan username dan password dalam layanan Gojek merupakan bentuk sederhana metode pengamanan sistem, yang terbatas akses terhadap akun Gojek agar hanya si pemilik akun saja yang dapat mengakses akun tersebut. Oleh karena itu, ketika orang lain dengan tanpa hak, maka perbuatan tersebut lebih tepat dan spesifik jika dikenakan Pasal 30 ayat (1) dan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”), bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600 juta.. c. Perbuatan yang memenuhi unsur-unsur ketentuan Pasal 30 ayat (1) dan pasal 46 (1) UU ITE ini dapat dipidana, adapun prosedur untuk menuntut secara pidana terhadap perbuatan akses tanpa hak, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pemilik akun yang merasa haknya dilanggar atau melalui kuasa hukumnya, datang langsung membuat laporan kejadian kepada penyidik POLRI pada unit/bagian Cybercrime atau kepada penyidik PPNS (Pejabat Pegawai Negeri Sipil) pada Sub Direktorat Penyidikan dan Penindakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selanjutnya, penyidik akan melakukan penyelidikan yang dapat dilanjutkan dengan proses penyidikan atas kasus bersangkutan Hukum Acara Pidana dan ketentuan dalam UU ITE. 2. Setelah proses penyidikan selesai, maka berkas perkara oleh penyidik akan dilimpahkan kepada penuntut umum untuk dilakukan penuntutan di muka pengadilan. Apabila yang melakukan penyidikan adalah PPNS, maka hasil penyidikannya disampaikan kepada penuntut umum melalui penyidik POLRI. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.