Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • Theo

    Maaf ingin bertanya jika case seperti ini Kasus : Dulu pada tahun 2010 ayah saya ketahuan selingkuh dengan perempuan lain. Kemudian ketahuannya pas sudah melahirkan 1 anak cewek hasil dari perselingkuhan tersebut. Setelah berjalan waktu demi waktu anak tersebut dititipkan ke ibu saya, ayah saya mengatakan dia akan mengambil anak pertama ini dan ingin melepaskan selingkuhannya, tetapi setelah jalan 1 tahun malah tambah 1 orang anak lagi, ayah saya meminta ibu saya agar menandatangi surat pernikahan dari vihara dengan syarat akan pembagian anak, kemudian ibu saya dengan berat hati ttd surat tersebut karena ingin ayah saya kembali ke keluarga kami. Sehingga sekarang anak pertama tersebut sudah berumur 6 tahun bersama kami dan di asuh oleh ibu saya. Akan tetapi bulan lalu anak pertama tersebut di rebut dan dibawa ke rumah selingkuhannya, ayah saya pun sekarang sudah jarang pulang ke rumah. Ayah saya menginap dirumah selingkuhannya dan meninggalkan kami sudah kurang lebih 2 tahun. Yang ingin saya tanyakan kepada para Professional Lawyer adalah : 1. Apa yang harus dilakukan? Apakah bawa ke jalur hukum? Jika iya, apakah kami akan menang di jalur hukum? 2. Apakah anak pertama itu bisa dibalikkin ke kami lagi? 3. Apakah selingkuhan tersebut termasuk pelakor? Jika iya apakah ada hukum tentang tersebut? Mohon pencerahannya. Terimakasih.

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Haryani, S.H. Penyuluh Hukum Madya pada Badan Pembinaan Hukum Nasional Berdasarkan pertanyaan diatas, kami akan mencoba menjawab permasalahan yang saudara sampaikan dan akan kami rangkum pertanyaan saudara tersebut sebagai berikut : Ayah anda sudah melakukan perzinahan sampai mendapatkan 2 orang anak. Ibu saudara yang pernah dititipi anak meminta anak tersebut untuk dikembalikan ke ibu saudara dan ayah saudara sekarang ini malah sudah tidak kembali lagi ke ibu anda atau telah meninggalkan rumah kurang lebih 2 tahun. Saya akan menjawab satu persatu permasalahan tersebut. 1. Ibu Saudara yang mengetahui ayah anda berselingkuh/berzina dapat melaporkan perbuatan tersebut ke kantor polisi. Tindak pidana kesusilaan seperti perzinahan diatur dalam KUHP pasal 284 yang menjelaskan sebagai berikut : Zina adalah persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah menikah dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya. Persetubuhan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak merupakan paksaan dari salah satu pihak. Pasal 284 KUHP membedakan antara orang-orang yang tuduk pada pasal 27 BW dan orang-orang yang tidak tunduk pada pasal 27 BW. Pasal 284 KUHP tersebut berlaku aduan yang absolut, artinya tidak dapat dituntut jika tidak ada pengaduan dari suami atau istri yang dirugikan (dipermalukan). Pengaduan tersebut berlaku bagi pihak yang dirugikan dan pasangan perzinahan. Walaupun belum terdapat pengaduan dari pihak yang berkepentingan, polisi tidak dilarang untuk mengadakan pemeriksaan bila menjumpai peristiwa perzinahan, bahkan hal-hal tersebut pihak kepolisian harus mengambil tindakan-tindakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban umum. Sanksi yang dapat diterima oleh pelaku perselingkuhan, merujuk pada ketentuan pasal 284 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, pelaku diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan. Hal ini berlaku untuk ayah anda dan selingkuhannya tersebut. 2. Karena anak itu adalah anak ayah anda dari hasil selingkuh, maka yang berhak mengasuh anak itu adalah ibu kandungnya (orang yang menjadi selingkuhan ayah anda dan ayah anda), sedangkan ibu anda tidak punya hak untuk itu. 3. Untuk pertanyaan ketiga itu sudah jelas merupakan perusak rumah tangga orang dan bisa dilaporkan oleh suami atau istri dari masing-masing pasangan dan sanksi yang bisa diterapkan sesuai dengan pasal 284 KUHP yaitu pidana penjara paling lama sembilan bulan. Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga dapat membantu permasalahan yang sedang anda hadapi.