Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • esty

    salam kepada yang terhormat,saya ingin menanyakan, mengapa seorang narapidana dikata kan high risk ? dan HAM untuk narapidana kasus narkoba yang di lapas High risk ..harus berapa lama menurut hukum harus di tempatkan seorang napidana di high risk ?? dengan hukuman 15 tahun penjara. sudah menjalani 7tahun lebih dari hukuman nya dan narapidana tidak memiliki perkara lain dan sudah menjalankan binaan di high risk selama 1tahun apa masih tetap di katagorikan high risk ,apakah tidak ada hak hak untuk tidak dikatagorikan high risk ? persyaratan apa yang menurut hukum yang bisa di dapat kan hak haknya untuk tidak di kata gorikan narapidana high risk ?? berapa lama harus menjadi binaan high risk ?? terima kasih sebelumnya..

  • Dijawab Oleh -

    oleh Heri Setiawan, S.H. (Penyuluh Hukum). Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas pertanyaan yang Saudara sampaikan, selanjutnya terkait pertanyaan Ibu Esty mengenai mengapa seorang narapidana dikatakan narapidana high risk, berapa lama seseorang narapidana bisa dikatakan narapidana high risk dan apa hak-hak yang ada pada narapidana high risk, dapat kami sampaikan sebagai berikut : a. Sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Sistem ini dilakukan untuk membentuk WBP agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat melalui pembinaan dan pembimbingan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). b. Keberadaan narapidana risiko tinggi di lapas konvensional dikhawatirkan bisa mengganggu sistem pembinaan pemasyarakatan, oleh karena itu Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berencana membangun sebuah Lapas yang nantinya difungsikan sebagai lapas super maximum security (SMS). Lapas ini diharapkan dapat menampung narapidana yang meresahkan sesama narapidana dan petugas, seperti bandar narkotika yang kasusnya berat, teroris yang menyebarkan ideologi, dan koruptor yang kasusnya besar. Narapidana risiko tinggi ini dianggap bisa mempengaruhi penghuni lainnya. Selain narapidana yang melanggar aturan di Lapas, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengkategorikan pelaku tindak pidana kejahatan teroris, narkotika dan psikotropika, trafficking, illegal loging, illegal fishing atau korupsi sebagai Narapidana Risiko Tinggi. Meskipun demikian pidana umum juga mempunyai potensi menjadi high risk apabila narapidana tersebut berperilaku agresif atau berpotensi mengganggu ketertiban umum di dalam penjara. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian terhadapa narapidana tersebut. Saat ini narapidana yang diidentifikasi berpotensi mempunyai risiko tinggi ditempatkan di Lapas klas III Gn. Sindur yang dianggap sebagai Lapas maximum security. meskipun secara kelembagaan lapas ini merupakan lapas biasa. c. Perlakuan khusus atau perlakuan yang berbeda terhadap narapidana risiko tinggi dikarenakan adanya kebutuhan dan risiko yang melekat pada dirinya. Adapun yang menjadi landasan moral dari perlakuan tersebut adalah perlakuan yang berbeda tidak selamanya dapat diartikan telah melanggar asas persamaan perlakuan dan pelayanan (asas non diskriminasi). Di samping itu, perlakuan yang berbeda ini sudah sesuai dengan prinsip individualisasi pembinaan seperti yang telah direkomendasikan dalam poin 52 Implentation of The Standard Minimum Rules for The Treatment of Prisoners dan sesuai pula dengan pasal 12 (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Secara umum perlakuan terhadap narapidana risiko tinggi tetap berpedoman pada Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.02-PK.04.10 tahun 1990 Tentang Pola Pembinaan Narapidana/ Tahanan. d. Pengelolaan tahanan berisiko tinggi, terutama rencana pembinaan, tidak dapat berhasil tanpa diawali dengan dilakukannya penilaian risiko. Penilaian harus dilakukan oleh Lapas untuk menentukan apakah narapidana itu menimbulkan risiko untuk diri mereka sendiri maupun orang lain. e. Penilaian harus dilakukan ketika seorang narapidana pertama masuk ke dalam penjara dan diulang secara berkala. Penilaian ini dimulai pada saat masa persidangan untuk memberikan informasi kategorisasi yang paling cocok dan penempatan tahanan sebelum vonis. Selain itu profesional kesehatan berkualifikasi diperlukan dalam penilaian kesehatan berbarengan ketika narapidana masuk, mengidentifkasi apapun kebutuhan perawatan kesehatan, termasuk kesehatan mental dan mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam perawatan. Penilaian risiko dan kebutuhan harus dilakukan oleh pegawai yang terlatih dan telah mendapatkan bimbingan teknis/pelatihan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 12 tahun 2013 tentang assessment risiko dan assessment kebutuhan bagi Narapidana dan klien pemasyarakatan. f. Hasil penilaian risiko ini akan menentukan penempatan dan tingkat pengamanan narapidana di lembaga pemasyarakatan. Tahanan atau narapidana yang mempunyai risiko tinggi berdasarkan hasil penilaian ditempatkan dalam Lapas dengan pengamanan maksimun yang salah satunya berupa penempatan pada ruang khusus, penempatan pada ruang isolasi maupun pada Lapas Super Maksimum Security (SMS). Penempatan narapidana risiko tinggi di Lapas Maximum Security juga berdasarkan rekomendasi, misalnya narapidana narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN), teroris dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan koruptor dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). g. Temuan penilaian risiko dan kebutuhan harus digunakan dalam mengembangkan rencana pembinaan secara komprehensif setiap narapidana yang mencakup langkah- langkah untuk meminimalkan risiko serta intervensi dalam reintegrasi sosial napi dengan menangani kriminal, kebutuhan dasar seperti pendidikan dan keterampilan kerja. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.