Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • davi

    siA tidak melakukan tugas dengan baik dan dituntut ganti rugi oleh siB apa pembelaan untuk siA

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh : Febi Ardhianti, S.E. (Penyuluh Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional) Terima kasih atas pertanyaan saudara kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional Terkait pertanyaan saudara tentang Si A tidak melakukan tugas dengan baik dan dituntut ganti rugi oleh si B apa pembelaan untuk si A. Informasi yang anda sampaikan terkait kelalaian Si A tidak melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga dituntut ganti rugi oleh Si B belum jelas, apa sesungguhnya penyebab Si A tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik tersebut. Kami juga tidak mengetahui apakah ada perikatan (perjanjian) atau tidak. Dari data yang kami peroleh maka akan kami buat 2 (dua) asumsikan yaitu asumsi 1 (pertama ) Si A dan Si B melakukan perjanjian dan Si A ingkar janji. Asumsi ke 2 (dua) Si A tidak melakukan perjanjian tertulis, perjanjiannya hanya lisan (contoh tukang renovasi rumah dengan pemilik rumah) Penjelasan kami adalah sebagai berikut : 1. Untuk menjawab pertanyaan saudara, maka kami asumsikan bahwa sebelumnya Si A telah melakukan perikatan (perjanjian) dengan Si B dan Si A ingkar janji/ wanprestasi terhadap Si B. Menurut KUHPerdata pasal 1313 persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih. Suatu perjanjian berlaku atau sah apabila memenuhi ketentuan hukum yang berlaku sebagaimana disebutkan dalam pasal 1320 KUHPerdata. Dimana disebutkan syarat sahnya perjanjian adalah: 1. Adanya kesepakatan kedua belah pihak. Maksud dari kata sepakat adalah, kedua belah pihak yang membuat perjanjian setuju mengenai hal-hal yang pokok dalam kontrak. 2. Kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum. Asas cakap melakukan perbuatan hukum, adalah setiap orang yang sudah dewasa dan sehat pikirannya. Ketentuan sudah dewasa, ada beberapa pendapat, menurut KUHPerdata, dewasa adalah 21 tahun bagi laki-laki, dan 19 th bagi wanita. Menurut UU no 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dewasa adalah 19 th bagi laki-laki, 16 th bagi wanita. 3. Adanya Obyek. Sesuatu yang diperjanjikan dalam suatu perjanjian haruslah suatu hal atau barang yang cukup jelas. 4. Adanya kausa yang halal. Pasal 1335 KUHPerdata, suatu perjanjian yang tidak memakai suatu sebab yang halal, atau dibuat dengan suatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan hukum. Selanjutnya kami akan menjelaskan Wanprestasi. Pengertian Wanprestasi menurut Mariam Darus Badrulzaman, sebagai berikut : Wanprestasi adalah suatu perikatan dimana pihak debitur karena kesalahannya tidak melaksanakan apa yang diperjanjikan. Untuk menentukan apakah seseorang (debitur) itu bersalah karena telah melakukan wanprestasi, perlu ditentukan dalam keadaan bagaimana seseorang itu dikatakan tidak memenuhi prestasi. Selanjutnya Bentuk-bentuk wanprestasi menurut Subekti dapat kami sampaikan sebagai berikut: 1. Tidak melakukan apa yang disanggupi untuk dilakukan 2. Melakukan apa yang diperjanjikan tapi tidak sebagaimana yan diperjanjikan 3. Melakukan apa yang sudah diperjanjikan tapi terlambat 4. Melakukan sesuatu yang oleh perjanjian tidak boleh dilakukan Terkait dengan kasus tersebut di atas, apa bila Si A tidak melakukan apa yang disanggupi untuk dilakukan maka Si A dianggap lalai. kelalaian yang menimbulkan kerugian kepada si B dapat mengacu kepada pasal 1238 KUHPerdata, yang akibat kelalaian mengakibatkan kerugian kepada seseorang, bunyi pasal 1238 KUHPerdata sebagai berikut berbunyi “ Debitur dinyatakan Ialai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap Ialai dengan lewatnya waktu yang ditentukan. Jika kelalaian itu menimbulkan kerugian dapat diterapkan pasal 1243 KUHPerdata yang berbunyi Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”. Si A yang dituduh melakukan wanprestasi, dapat mengajukan beberapa alasan untuk membela dirinya, yaitu : 1. Mengajukan adanya keadaan memaksa (overmach); 2. Mengajukan alasan bahwa Si B sendiri telah lalai; 3. Mengajukan alasan bahwa Si B telah melepaskan hak nya untuk menuntut ganti rugi. 2. Asumsi ke 2 (dua) Si A tidak melakukan perjanjian tertulis, perjanjiannya hanya lisan (contoh tukang renovasi rumah dengan pemilik rumah). Penjelasan lain dapat kami sampaikan ketika ada perselisihan diantara para pihak yang tidak melakukan perjanjian tertulis maka penyelesaiannya hanya dengan musyawarah dan mufakat. Terkait kasus yang kami asumsikan di atas maka sebaiknya Si A membicarakan dengan Si B secara musyawarah dan mufakat agar masalah ganti rugi terhadap Si B dapat di selesaikan. Demikian penjelasan tentang permasalahan hukum saudara, semoga dapat bermanfaat dan membantu. (Jawaban konsultasi hukum semata – mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sebagai mana dengan putusan pengadilan)