Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • hilma

    Selamat pagi sbnrnya saya disini mewakili ibu saya yg sedang dalam kebingungan tentang hukum dan gugatan , ibu saya sejak bulan Mei 2018 pergi meninggalkan rumah alasannya adalah karena sudah capek dan tidak ridho dijadikan tulang punggung ibu saya dan ayah tiri saya menikah 11 Maret 2014 , dengan status saat itu mereka sama sama pernah menikah dan membawa anak masing masing dari pernikahan sblm nya,perbedaan sudah banyak terjadi diantaranya saya dan adik saya sebagai anak bawaan dari ibu saya di batas untuk mengunjungi ibu saya , bahkan untuk bertemu dgn ibunya ibu saya pun dibatas,selama ini ibu saya berjualan untuk mencukupi nafkah keluarga , stlh bbrpa bulan menikah akhirnya ayah tiri dan ibu saya membangun rumah dari tanah dan biaya yg di pinjamkan adik.dari ayah tiri saya pembangunan rumah pun di sokong oleh hasil berjualan ibu saya setiap hari,hingga akhirnya rumah tsb sudah selesai pembuatannya akhirnya tinggal cicilan kpd adik ayah tiri saya saat itu tiap bulan ibu saya menyicil kode adik ayah tiri saya,sampai akhirnya ibu saya kewalahan dan terus trg kode ayah tiri saya yg mengakibatkan ibu saya pernah diusir oleh ayah tiri saya dan ayah tiri saya bilang ibu Sy tidak bertanggung jawab thdp hutang dan mau kabur seenaknya saja,akhirnya dari situ ibu saya sakit hati hingga bertahan dan akhirnya melunasi hutang kpd adik ayah tiri saya,stelah itu hutang pun Sekadau dicicil adik kandung saya berkunjung ke rumah ibu saya di JKT saat itu dpt biasa sikap tidak ada penerimaan di perlihatkan ayah tiri saya ,dan saat itu ada sebuah kejadian Maslaah sepele dan akhirnya adik saya diusir dari rumah ibu saya di dpn ibu saya ayah tiri saya berkata adik saya jgn kembali lagi ke JKT karena hanya merepotkan dan buat gaduh saja padahal kejadian yg saya mksd adalah adik saya kehilangan hp itu saja ,selang bbrpa bulan setelah adik saya diusir barulah ibu saya menepati janjinya untuk pergi dari rumah stlh melunasi hutang ,karena saat itu ayah tiri saya lgsg ambil cicilan mobil kembali yg dia pinjam uang nya dari adik ayah tiri saya,ibu saya merasa keberatan karena baru saja lunas hutang cicilan rumah sudah ada hutang baru,saat ibu saya pergi dari rumah dan pada akhir nya ibu saya pergi dari rumah di JKT dan plg ke.rumah ibunya ditasik,saat itu ayah tiri saya sempat ,2 kali bujuk ibu saya dgn meminta kembali kepada nenek saya tapi nenek saya tidak ikhlas dan pada akhirnya ibu saya mengajukan gugatan cerai dan sudah selesai prosesnya hanya sdg menunggu akta cerai saja ,dan yg lebih menyakitkan ibu saya adalah saat itu ayah tiri saya tidak pernah menjatuhkan talak namun dia sudah menikah kembali bbrp bulan setelah cerai dan minta ibu saya kembali,dan barang barang ibu saya baju ibu saya dikeluarkan paksa oleh saudara ayah tiri saya dari rumah tsb ,bbrpa hari kebelakang ibu saya meminta secara kekeluargaan tentang harta bersama tapi ayah tiri saya bilang karena salah siapa tinggalkan rumah jadi g berhak mendapatkan harta bersama dan kalau mau walaupun ada hak ajukan saja kepengadilan ,saya disini ingin melihat dan mengetahui sudut pandang hukum atas perkara tsb agar saya bisa mempersiapkan untuk kedepannya terimakasih

  • Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Sumarno, S.H., M.H. Penyuluh Hukum Madya, Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Untuk menjawab permasalahan ini, maka harus paham terlebih dahulu apa yang disebut sebagai harta bersama. Hal ini perlu dipahami dikarenakan dalam hukum nasional kita, dikenal 2 (dua) macam harta yaitu harta asal atau harta bawaan dan harta bersama atau harta gono-gini. Berdasarkan Pasal 35 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Harta Bersama yaitu harta benda yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan Harta Bawaan adalah harta benda diluar harta bersama yaitu harta benda masing-masing suami-istri yang diperoleh sebelum perkawinan dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan sepanjang para pihak tidak menentukan lain. Dalam konteks ini maka pembagian harta gono-gini hanya terbatas pada harta yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan diluar harta tersebut merupakan milik masing-masing kecuali ditentukan lain. Ketentuan lain ini adalah apabila ada perjanjian tentang percampuran harta atau pemisahan harta setelah para pihak menikah yang dinamakan dengan PERJANJIAN PERKAWINAN sebagaimana diatur dalam Pasal 29 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Terhadap kasus tersebut, dari segi hukum, Ibu Sdri. Hilma jelas memiliki hak atas harta bersama yang dimiliki selama menikah dengan suaminya, khususnya terhadap harta yang diperoleh saat pernikahan berlangsung. Karena telah dilakukan upaya secara musyawarah tidak ditanggapi dan bahkan ditantang untuk membawa masalah ini ke Pengadilan, maka Ibu sdri. Hilma dapat mengajukan gugatan terhadap pembagian harta bersama ini ke Pengadilan. Untuk pengajuan gugatan tersebut, bagi yang beragama Islam, gugatan dapat diajukan melalui Pengadilan Agama setempat sesuai dengan domisili. Sedangkan bagi non muslim pengajuan gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri. Agar gugatan tersebut memiliki dasar yang kuat, langkah pertama yang harus dilakukan oleh Ibu Sdri. Hilma adalah meminta putusan atau akte cerai dari Pengadilan Agama. Selanjutnya, baru mengajukan Gugatan kembali kepada mantan suaminya tersebut terkait pembagian harta bersama ke Pengadilan Agama setempat dengan dilampiri akte cerai dari Pengadilan Agama dan menyebutkan harta bersama apa saja yang menjadi obyek gugatan. Untuk menyelesaikan kasus tersebut, Ibu Sdri. Hilma dapat juga meminta bantuan hukum secara gratis kepada Organisasi Bantuan Hukum yang telah diakreditasi oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan menghubungi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi DKI Jakarta karena obyek sengketanya ada di Jakarta, untuk meminta bantuan hukum secara gratis termasuk meminta bantuan untuk mengajukan gugatan terhadap harta bersama tersebut. Bantuan Hukum dari LBH tersebut adalah gratis selama ibu sdri. Hilma bisa menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan dimana Ibu sdri. Hilma berdomisili. Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.