Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 4 Maret 2019

    Dina

    bagaimana jika perusahaan yang baru merintis mengalami kerugian, dan menghentikan kontrak sewa ruangan kantor sebelum jatuh tempo, dan ketika diajak berdiskusi perusahaan penyewa ruangan seperti tidak mau tahu terimakasih

  • 28 April 2019

    Dijawab Oleh -

    Teguh Ariyadi, S.Sos., M.Si. (Penyuluh Hukum Ahli Madya). Berdasarkan Pasal 1548 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) pengertian Sewa Menyewa adalah : “Sewa menyewa adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu mengikatkan diri untuk memberikan kenikmatan suatu barang kepada pihak yang lain selama waktu tertentu, dengan pembayaran suatu harga yang disanggupi oleh pihak tersebut terakhir itu. Orang dapat menyewakan berbagai jenis barang, baik yang tetap maupun yang bergerak.” Sebagaimana diatur secara khusus dalam Pasal 1560 KUHPer,: “Pihak yang menyewakan karena sifat persetujuan dan tanpa perlu adanya suatu janji, wajib untuk; 1. menyerahkan barang yang disewakan kepada penyewa; 2. memelihara barang itu sedemikian rupa sehingga dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksud; 3. memberikan hak kepada penyewa untuk menikmati barang yang disewakan itu dengan tentram selama berlangsungnya sewa. “Penyewa harus menepati dua kewajiban utama: 1. memakai barang sewa sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, sesuai dengan tujuan barang itu menurut persetujuan sewa atau jika tidak ada persetujuan mengenai hal itu, sesuai dengan tujuan barang itu menurut persangkaan menyangkut keadaan; 2. membayar harga sewa pada waktu yang telah ditentukan Jika perjanjian sewa-menyewa akan dibatalkan, maka harus mempunyai alasan yang cukup. Menurut KUHPer Bagian 3 Tentang akibat suatu perjanjian Pasal 1338 menyatakan : “Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. Berdasarkan aturan tersebut, dasar perjanjian sewa menyewa adalah pada kesepakatan antara Penerima Sewa dengan Pemberi Sewa. Dari uraian klien, kami tidak melihat adanya pengaturan terkait pembatalan jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Jika sudah diatur dalam perjanjian, permasalahan tidak terpenuhinya kewajibannya oleh salah satu pihak, akan dapat diselesaikan dengan baik berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Kami sarankan supaya dinegosiasikan kembali dengan perusahaan penyewa ruangan. Apapun hasil negosiasinya, kami berharap kedua pihak dapat menunjukkan itikad baik dalam melaksanakan perjanjian sewa-menyewa ini. Demikian penjelasan ini disampaikan sebagai pendapat hukum yang tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sebagaimana putusan/penetapan pengadilan.