Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • laily

    Selamat pagi, saya ingin bertanya. Jadi ada ayah saya mendapatkan warisan rumah dari nenek saya. Dimana rumah ini didapat dengan membagi 1 rumah milik nenek saya menjadi 2 rumah. Tetapi sertifikat tanah masih 1 rumah atas nama adik ayah saya dan belum dibagi 2 sertifikat. Setelah 20 tahun tinggal di rumah warisan nenek saya, ayah saya berniat untuk membagi 1 sertifikat tanah menjadi 2 sertifikat tanah agar lebih jelas kepemilikannya. Saat di minta surat sertifikat tanah kepada adik ayah saya (selama ini adik ayah saya yang memegang surat tsb), ayah saya baru tahu kalau sertifikat tanah digadaikan tanpa sepengetahuan ayah saya . Padahal bisa dibilang tanah yg ada di sertifikat tsb masih milik berdua (ayah saya dan adiknya). Setelah ditelusuri ke bank tempat di gadaikan surat sertifikat tsb, ternyata surat tsb sudah balik nama atas nama orang lain (teman dari suami adik ayah saya). Apa yang harus keluarga saya lakukan? Apakah masih bisa untuk mendapatkan hak warisan ayah saya? Sedangkan sertifikat tsb sudah digadaikan dan sudah balik nama. Sebelumnya diketahui kalau nenek saya masih hidup hingga sekarang. Terima kasih

  • Dijawab Oleh -

    Di jawab oleh Mugiyati, S.H., M.H. Penyuluh Hukum Madya pada Badan Pembinaan Hukum Nasional Sesuai pertanyaan saudara sampaikan bahwa waris itu belum terbuka karena kepemilikan atas nama adik dari ayah saudara artinya tidak ada waris yang terbuka. Waris timbul ketika adanya kematian Setiap terjadi peristiwa kematian, dokumen yang harus dimiliki adalah: 1. Surat Kematian yang ditindaklanjuti dengan akta kematian; dan 2. Surat Keterangan Waris (atau penetapan pengadilan agama tentang siapa saja ahli warisnya), karena surat tersebut sebagai sumber utama dan pertama untuk menentukan mengenai siapa-siapa saja yang berhak mewaris. 3. Kartu Keluarga orang tua ayah anda dan adik ayah anda (KK Kakek/nenek) Yang perlu ayah Anda lakukan adalah perlu mencari tahu kronologi/warkahproses balik nama kepemilikan tanah dari kakek/nenek anda kepada adik dari ayah anda apakah akta hibah atau tidak. Jika akta hibah tersebut ada nama ayah anda dan nama adik ayah anda maka yang berhak atas tanah tersebut adalah ayah anda dan adik ayah Anda, serta saudara yang masih hidup. Ini karena berdasarkan Pasal 832 jo. Pasal 852 dan Pasal 852a KUHPer Akan tetapi, jika memang akta hibah tersebut ada, maka atas sertifikat tersebut tidak dapat dilakukan pemecahan, karena yang dihibahkan seluruh bagian dari tanah tersebut. Berdasarkan Pasal 48 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, pemecahan sebidang hak atas tanah yang sudah terdaftar dapat dipecah hanya atas pemintaan pemegang hak yang bersangkutan. Lebih lanjut mengenai pemecahan hak atas tanah dan dokumen-dokumen yang diperlukan, Namun jika kenyataannya nama dalam sertifikat tanah tersebut telah berubah menjadi nama adik ayah Anda, bahkan sudah berubah atas nama orang lain. Ayah anda bisa membicarakan secara baik-baik dengan adik ayah anda mengenai hal ini. Jika cara tersebut tidak berhasil, Ayah anda dapat menggunakan jalur hukum. Ayah anda dapat menggugat secara pidana dengan dasar perbuatan melawan hukum (penyerobotan alas hak) kepada kepolisian resort/kepolisian daerah/markas besar kepolisian (bagian harta dan benda). Harta warisan baik bergerak seperti mobil, motor dll, maupun yang tidak bergerak seperti tanah dan rumah, sering kali menjadi masalah ketika tidak ada keterangan jelas mengenai pembagian dan siapa saja kah pewaris harta tersebut. Terlebih lagi jika tanah warisan tersebut hendak dijual di kemudian hari. Jika semua hak dan nama-nama ahli waris sudah jelas, tapi ada satu ahli waris yang tiba-tiba menjual seluruh bagian tanah waris tanpa persetujuan ahli waris lainnya, maka perbuatan itu adalah melanggar hukum, dan dapat dibatalkan/dipidanakan. Karena sertifikat tanah atas nama adik ayah anda sudah dibalik nama atas nama orang lain, maka hal ini dinyatakan bukan lagi sebagai pemilik tanah dimaksud. Saudara dapat menelusuri apakah sertifikat tanah tersebut sudah dijual atau secara diam-diam dijual oleh pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Namun, sebelum ayah anda membawa perkara tersebut ke dalam ranah pidana, ayah anda dan adik ayah anda harus terlebih dahulu membuktikan bahwa masing-masing dirinya adalah ahli waris yang sah atas harta peninggalan pewaris. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat 1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata; 2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.