Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • NASIAH

    Saya mau nanya,anak saya kasus narkoba masuk tahun 2013 dan vonis 6,6 tahun subsider 6 bulan.sampai saat ini anak saya tidak mendapatkan remisi sama sekali kecuali remisi emas saja...jadi pertanyaan sya,apakah tahun 2019 ini semua napi mendapatkan remisi?

  • elton

    apakah perusahaan leasing yg telah memiliki sertifikat fidusia bisa melakukan eksekusi jaminan fidusia tanpa ada putusan pengadilan apabila nasabah wanprestasi ?

  • Arief

    selamat malam.. kebetulan saya mau buka usaha dan sedang dalam proses renovasi tempat usaha, tiba-tiba ada seorang pejabat Rukun Warga(RW) setempat yg sekaligus merangkap petugas satpol PP menegur dengan keras dan mengancam akan merusak serta menyita peralatan usaha saya apabila tidak mengurus perizinan usaha.. saya mau menanyakan sejauh mana wewenang satpol PP dalam hal penindakan usaha, apakah dalam penghentian usaha yg tidak berizin harus ada surat perintah dari atasan atau dia boleh razia atau sidak dan apabila menemukan yg tidak berizin langsung bisa dihentikan usahanya? dan apakah saya yg sedang dalam kondisi masih renovasi dan belum berjalan usaha sudah dikategorikan sebagai kegiatan usaha? terus dokumen persyaratan apa saja yg harus saya urus untuk pembuatan usaha? semoga dapat berkenan untuk menjawabnya dan terima kasih atas waktu dan bantuannya

  • davi

    siA tidak melakukan tugas dengan baik dan dituntut ganti rugi oleh siB apa pembelaan untuk siA

  • hilma

    Selamat pagi sbnrnya saya disini mewakili ibu saya yg sedang dalam kebingungan tentang hukum dan gugatan , ibu saya sejak bulan Mei 2018 pergi meninggalkan rumah alasannya adalah karena sudah capek dan tidak ridho dijadikan tulang punggung ibu saya dan ayah tiri saya menikah 11 Maret 2014 , dengan status saat itu mereka sama sama pernah menikah dan membawa anak masing masing dari pernikahan sblm nya,perbedaan sudah banyak terjadi diantaranya saya dan adik saya sebagai anak bawaan dari ibu saya di batas untuk mengunjungi ibu saya , bahkan untuk bertemu dgn ibunya ibu saya pun dibatas,selama ini ibu saya berjualan untuk mencukupi nafkah keluarga , stlh bbrpa bulan menikah akhirnya ayah tiri dan ibu saya membangun rumah dari tanah dan biaya yg di pinjamkan adik.dari ayah tiri saya pembangunan rumah pun di sokong oleh hasil berjualan ibu saya setiap hari,hingga akhirnya rumah tsb sudah selesai pembuatannya akhirnya tinggal cicilan kpd adik ayah tiri saya saat itu tiap bulan ibu saya menyicil kode adik ayah tiri saya,sampai akhirnya ibu saya kewalahan dan terus trg kode ayah tiri saya yg mengakibatkan ibu saya pernah diusir oleh ayah tiri saya dan ayah tiri saya bilang ibu Sy tidak bertanggung jawab thdp hutang dan mau kabur seenaknya saja,akhirnya dari situ ibu saya sakit hati hingga bertahan dan akhirnya melunasi hutang kpd adik ayah tiri saya,stelah itu hutang pun Sekadau dicicil adik kandung saya berkunjung ke rumah ibu saya di JKT saat itu dpt biasa sikap tidak ada penerimaan di perlihatkan ayah tiri saya ,dan saat itu ada sebuah kejadian Maslaah sepele dan akhirnya adik saya diusir dari rumah ibu saya di dpn ibu saya ayah tiri saya berkata adik saya jgn kembali lagi ke JKT karena hanya merepotkan dan buat gaduh saja padahal kejadian yg saya mksd adalah adik saya kehilangan hp itu saja ,selang bbrpa bulan setelah adik saya diusir barulah ibu saya menepati janjinya untuk pergi dari rumah stlh melunasi hutang ,karena saat itu ayah tiri saya lgsg ambil cicilan mobil kembali yg dia pinjam uang nya dari adik ayah tiri saya,ibu saya merasa keberatan karena baru saja lunas hutang cicilan rumah sudah ada hutang baru,saat ibu saya pergi dari rumah dan pada akhir nya ibu saya pergi dari rumah di JKT dan plg ke.rumah ibunya ditasik,saat itu ayah tiri saya sempat ,2 kali bujuk ibu saya dgn meminta kembali kepada nenek saya tapi nenek saya tidak ikhlas dan pada akhirnya ibu saya mengajukan gugatan cerai dan sudah selesai prosesnya hanya sdg menunggu akta cerai saja ,dan yg lebih menyakitkan ibu saya adalah saat itu ayah tiri saya tidak pernah menjatuhkan talak namun dia sudah menikah kembali bbrp bulan setelah cerai dan minta ibu saya kembali,dan barang barang ibu saya baju ibu saya dikeluarkan paksa oleh saudara ayah tiri saya dari rumah tsb ,bbrpa hari kebelakang ibu saya meminta secara kekeluargaan tentang harta bersama tapi ayah tiri saya bilang karena salah siapa tinggalkan rumah jadi g berhak mendapatkan harta bersama dan kalau mau walaupun ada hak ajukan saja kepengadilan ,saya disini ingin melihat dan mengetahui sudut pandang hukum atas perkara tsb agar saya bisa mempersiapkan untuk kedepannya terimakasih

  • Lesti

    Selamat malam, Saya bekerja di sebuah perusahaan di Jogja, perusahaan tsb sebenarnya sdh lama vakum dan karyawannya tinggal bbrp orang sj. boleh dibilang pekerjaan yg kami lakukan tdk ada ada atau hny sedikit yg berhubungan dgn kegiatan perusahaan, kami kebanyakan mengerjakan masalah rumah tangganya Bos. contoh : sy datang ke gudang/kantor jam 8, lalu ke rumah bos mengerjakan pekerjaan spt ART smp jam 17 lebih, atau hampir jam 17.30 selama 6hari/minggu. status sy pekerja harian lepas, digaji mingguan, tdk ada kontrak kerja, pekerjaan serabutan. sebenarnya sy sdh tdk tahan dan ingin mengundurkan diri krn sikap Bos yg galak, sering berkata kasar, dan memberi sangsi klo kami melakukan kesalahan sepele. sy pernah mengutarakan pd Bos utk berhenti kerja dgn alasan tdk sanggup memikul tanggung jawab dan ingin mencari pekerjaan lain, tp dia bilang : " Kamu terima bayar penuh kan?, tp tanggung jawabmu blm selesai" Saya : " Saya mau berhenti, sy akan kembalikan gajinya" Bos : " Kalau kamu memperpanjang masalah, saya bisa menyeret kamu ke hukum". Sy tdk bertanya apa maksudnya, krn malas berdebat dgnnya. teman2 yg lain sebenarnya jg tdk tahan dgn bos dan ingin berhenti, tp selalu berakhir dgn ancaman akan diseret ke jalur hukum, dgn alasan tanggung jawab kerjanya blm selesai. walaupun alasan itu tdk masuk akal, tp sbg orang kecil yg awam hukum sy merasa takut, bgm jika sy atau teman sy dikriminalisasi, dituduh mencuri misalnya. mohon pencerahannya, apakah kami benar2 bisa diperkarakan jika berhenti bekerja? Terimakasih

  • ervin

    ceritanya begini saya kan lagi kena kasus penipuan. Disini saya yang jadi tersangka nya, saya menipu dengan berpura pura menagih hutang kepada keluarga orang yg telah meninggal didekat rmh saya, pdahal semasa hidupnya org tersebut tidak pernah memiliki hutang dengan saya, disini saya berniat menipu untuk keuntungan saya sendiri. Dalam kasus ini dari pihak korban belum ada kerugian materil sepeserpun,karena saya blm sempat menerima uang tersebut, dan akhirnya saya dilaporkan ke pihak kepolisian. Setelah ditahan saya diperiksa dan disidik kemudian saya mengakui semua perbuatan saya tersebut. Sementara saya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu yang telah jalan 1bulan lebih, tapi saya sudah meminta maaf kepada pihak korban dan dari pihak korban juga sudah memaafkan dan tidak akan melanjutkan sampai pengadilan, namun hingga sekarang blm dicabut laporan tersebut. Saya bingung karena penyidik dikepolisian sepertinya tidak mau berkonsultasi kepada pihak korban apakah kasus ini mau dihentikan atau dilanjutkan, sekarang saya kan jadi tahanan rumah yg dikenakan wajib lapor namun dari awal saya tidak pernah diberi surat salinan penahanan, surat tanda terima penyitaan barang bukti, dan surat perpanjangan penahan yg seharusnya dari penyidikan 20 hari tapi hingga sekarang sudah lewat dan tidak diberi surat perpanjangan tersebut.

  • hermansyah

    mohon bantuannya untuk bisa mendampingi saya untuk mnyelesaikan permaslahan harta warisan ibu saya yg di kuasai oleh ayah tiri saya.sya blm bisa mnyelesaikan karna saya di ancam

  • Muhammad Dawud

    Ingin tanya, bagaimana cara mengajukan alat bukti wanprestasi yang berwujud elektronik kepada Hakim? Apakah harus dicetak dan di nazegel/pemeteraian ke kantor pos? Kalau harus dinazegel, kapan pengajuan alat bukti tanpa kertas dimulai ya min? Terima kasih

  • sundayana

    selamat malam...pak saya mau menanyakan perihal Uang peninggalan almarhum bapak saya...kejadian nya begini,kartu ATM bapak saya hilang,sehingga yg menemukan dan mengambil uang yg ada di dalam ATM nya adalah istri siri nya kejadian + yang mengambil nya sama di 1 Desa...apakah yang salah dari pihak bank nya yang menyetujui pencairan uang tersebut yang di ambil si A...harusnya kan yang hanya bisa mengambil uang tersebut A/N /ahli waris nya?.mohon pencerahannya dan apa yang harus saya lakukan terima kasih.