Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum



  • Jumlah Konsultasi Hukum: 1,693
  • Karin

    Ada pasangan suami istri dari Korea yang telah menjadi WNI. Keduanya tidak memiliki kerabat lainnya, Sang Suami meninggal pada tahun 2009, satu-satunya ahli waris adalah sang Isteri. Suami meninggalkan aset berupa tanah seluas 2.752m2. Namun sang Isteri telah meninggal 3 tahun lalu. Suami dulunya adalah ketua yayasan, dan pihak yayasan mengusulkan agar tanah tersebut dijadikan aset yayasan. bisakah hal tersebut diputuskan dengan putusan pengadilan? atau jika tidak bisa, adakah cara lain? terimakasih banyak sebelumnya.

  • Al Umamah

    Jika seorang laki-laki berpoligami tanpa sepengetahuan isteri pertamanya. Namun ingin mempunyai buku nikah karena ingin membuat akta kelahiran untuk anaknya. Bagaimana caranya menerbitkan buku nikah, mengingat pernikahan mereka terhalang karena ada istri pertama ?

  • siti abina lubis

    selamat sore bapak/ibu jadi kebetulan rumah saya itu sudah SHM dan tiba-tiba beberapa hari ini ada pemilik tanah yang berlokasi dibelakang rumah saya yang mengatakan bahwa bangunan yang ada dibelakang rumah itu masuk ke wilayah tanah beliau, padahal keluarga saya menaikan surat tanah ke SHM pada saat bangunan tersebut sudah didirikan dan bangunan tersebut masuk kedalam tanah kami, dan pada saat orang BPN datang kerumah untuk melakukan pengukuran tanah, ayah saya sempat bertanya kepada pihak BPN mengenai tanah yang ada dibelakang, dan ternyata tanah tersebut belum SHM. sudah satu Minggu ini kurang lebih beliau yang memiliki tanah dibelakang mengirimkan surat somasi 1&2 kepada keluarga saya yang berisi, bahwa kami Pemiliki tanah harus membongkar bangunan yang ada dibelakang. dan beliau memaksa kami untuk menandatangani persetuan atas surat tersebut, tapi ayah saya tidak mau. padahal bangunan rumah kami dengan patok tanahnya saja masih ada sedikit jaraknya. pertanyaannya kami harus bagaimana bapak/ibu dalam menanggapi hal ini, kami merasa teganggu dengan kedatangan orang tersebut karena datang bukan dengan baik-baik dan Sampai saat ini saya jadi takut setiap kali ada orang yang datang kerumah, karena orang tua pergi pagi pulang pun larut malam, hanya saya yang setiap hari ada dirumah

  • Wahyu Hadi

    Assalamualaikum Tahun ini, kedua orang tua saya meninggal dunia. Ahli waris yg ditinggalkan adalah saya (pribumi, laki-laki) dan kakak perempuan saya yg menikah dengan WNA dan telah beralih kewarganegaraan karna tinggal di negara asal suaminya. Karena kondisi pandemi sekarang tidak memungkinkan kakak saya datang ke Jakarta, yg ingin saya tanyakan: a. Bagaimana cara mengurus keterangan waris dan penetapan waris kami berdua? b. Dokumen apa yg harus disertakan oleh kakak perempuan saya?

  • Mika

    Selamat pagi, saya ingin menanyakan perihal masalah yg saya hadapi mengenai warisan. Ada satu rumah yg dijadikan warisan yg dibagikan kepada 3 ahli waris namun oleh salah saru istri ahli waris digadaikan kepada seseorang tanpa sepengetahuan semua ahli waris termasuk suami dari yg menggadaikan. Yang saya ingin tanyakan bagaimana status hukum transaksi tersebut dan apakah ahli waris yg lain berhak mengadukan kasus ini dan peluang untuk bisa memiliki lagi rumah warisan tersebut secara utuh untuk bisa dibagikan secara adil. Terima kasih

  • Andi

    Assalamuailaikum.wr.wb...jika sepasang suami istri sudah meninggal,serta meninggalkan 3 bidang tanah serta ahli waris anak-anaknya,bagaimanakah pembagian adil yang sesuai hukum islam? Sedangkan setiap tanah tersebut mempunyai harga yang berbeda-beda,dan ada beberapa ahli waris yang sudah membangun di salah satu bidang tanah tersebut,apakah benar jika ke tiga tanah dihargai sesuai harga tanah di petok(karena 3 bidang tanah tadi masih berupa petok D bukan sertifikat), Ataukah jika nanti disita dan dilelang oleh pengadilaan harganya tidak sesuai dengan harga yang seharusnya? Jika nantinya semua tanah disita dan dilelang oleh pengadilan,bisakah ditebus/dibeli sendiri oleh salah satu ahli waris? Benarkah jika ahli waris yang sudah membangun rumah di atas tanah warisan meminta ganti rugi bangunannya jika tanah nanti dijual semua? Karena ahli waris yang sudah membangun di tanah warisan tersebut sudah ingin menebus tanah tersebut,tetapi tidak ketemu kesepakatan harga dengan para ahli waris lainnya,bahkan ahli waris lainnya memilih menggugat ke pengadilan agama agar semua tanah warisan disita dan dilelang ke pengadilan agama..Mohon bantuannya...terima kasih..

  • Aisya

    Dulu saat ibu saya membeli tanah dan rumahnya, di akta tanah yang diberikan penjual tertulis bahwa luas tanah 290m². Tetapi saat pengukuran untuk sertifikat tanah, luas tanah kami berkurang menjadi 200m² dikarenakan pihak pengukur tidak mengukur tanah di luar pagar, yang diukur hanya luas tanah di dalam pagar, karena tanah di luar pagar kami digunakan untuk jalan kampung kami. Tidak bisakah lahan diluar pagar kami juga tetap dihitung dan disertakan di sertifikat meskipun kami mengizinkan lahan kami untuk digunakan sebagai jalan kampung? Jadi jalan kecil di depan dan di samping rumah kami itu ada di atas tanah milik kami, tetapi pihak pengukur tidak menghitung tanah itu sebagai milik kami, alasannya karena tanah itu jalan umum. Kami memang mengizinkan tanah kami untuk digunakan sebagai jalan umum, tetapi bulan berarti merelakan tanah itu secara cuma-cuma, walaupun itu jalan umum tetapi tanah itu tetap milik kami. Karena ibu saya dulu membeli seharga Rp. A itu tanah seluas 290m² dan karena pengukuran untuk sertifikat dari desa itu kami jadi kehilangan hampir 1/3 luas tanah kami. Bagaimana solusi yang tepat untuk permasalahan ini?

  • Achmad

    Selamat pagi, saya mau menjual mobil saya kepada teman saya, karena teman saya tidak memiliki uang tunai maka teman saya menggadaikan di lising, ketika pencairan uang tersebut tidak diberikan kesaya sampai 2 tahun ini, apakah saya bisa mengambil BPKB yg digadaikan dilising tsb?

  • anonim

    Selamat malam, saya ingin bertanya dan berikut kronologinya saya telah menikah secara siri dan menggunakan wali hakim dari seorang kyai pada tahun 2016 dengan seorang mualaf dan semua keluarga dari si perempuan adalah non muslim.. kemudian kami di karuniai anak pada tahun 2018 , kemudian pada tahun 2019 kami mengajukan istbat ke pengadilan agama tapi kami diberikan saran atau pertimbangan oleh hakim bahwa pernikahan siri kami ada masalah di perundang undangan yaitu wali yg digunakan untuk mempelai wanita tidak boleh wali hakim yang bukan dari negara atau dalam hal ini KUA, dan karena majelis sudah menjelaskan seperti itu makanya kamipun mencabut permohonan istbat kami dan melangsungkan pernikahan di KUA pada tahun 2019, selanjutnya dalam pengurusan akte anak nama yang muncul hanya anak yang lahir dari seorang ibu tanpa nama ayah,... Pertanyaan saya dari kronologi di atas apakah bisa saya membuat akte anak saya yang dimana didalamnya tercantum nama ayah dan ibunya? atau kalau mungkin mengajukan asal usul anak di pengadilan apakah tidak terbentur dengan masalah wali yg digunakan saat pernikahan ? mohon pencerahan dan solusinya dan terimakasih banyak sebelumnya

  • Aldi

    Saya mempunyai teman dekat seorang wanita, dengan status janda tapi tidak ada surat dari KUA hanya saja surat talak hitam di atas putih, yang tertulis jika pasangan nya berhak mencari pasangan hidup lagi tanpa ada yang menghalangi satu sama lain. Surat talak itu di buat bulan april Saya mulai dekat dengan teman wanita saya bulan juni, hubungan saya ini di ketahui oleh mantan suaminya dan ia tidak terima dan akan berniat membawa kasus ini ke jalur hukum dengan tuduhan perselingkuhan, sementara dia sudah menjatuhkan talak pada mantan istri nya tersebut dengan surat hitam di atas putih. Apakah ini bisa di pidanakan?