Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum



lsc.bphn.go.id-Jakarta. Bullying maupun cyber bullying, kerap terjadi di lingkungan sekolah. Padahal bullying termasuk salah satu pelanggaran hukum. Oleh karena itu menjadi dasar Penyuluh Hukum Muda BPHN melakukan penyuluhan hukum di SMP 4 Muhammadiyah jakarta, dengan materi Bullying dan Cyber Bullying(Selasa,13/11/2018) Dalam kesempatan tersebut Heni Andayani Penyuluh Hukum di BPHN menyampaikan bahwa Pelaku bullying terhadap anak dapat dipidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam undang-undang tersebut diatur bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta. Lebih jauh Heni Andayani Penyuluh Hukum menyebutkan, ”Apabila bullying itu dilakukan pada masa diselenggarakannya perpeloncoan di sekolah atau yang dikenal dengan nama Masa Orientasi Sekolah (MOS), dasar hukum yang mengaturnya adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (Permendikbud 18/2016). Siswa, orangtua/wali, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan bullying kepada pihak sekolah terkait jika menemukan praktek bullying dalam pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah. Selain itu juga Heni menyampaikan kalau ada permasalahan hukum yang dihadapi oleh peserta Penyuluhan Hukum dapat menyampaikan permasalahannya secara online melalui laman lsc.bphn.go.id. Materi disampaikan di Aula sekolah dengan dihadiri 130 orang siswa/siswi dan 3 orang pengajar. Diharapkan dengan kegiatan penyuluhan hukum ini bisa memberikan manfaat dan ilmu terutama dalam hal Bullying dan payung hukumnya.(LF/RA)