Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum



 

 

 

lsc.bphn.go.id - Jakarta. Acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dari pejabat lama, Prof Enny Nurbaningsih kepada pejabat baru, Prof Benny Riyanto, digelar Kamis (16/8) di Aula lt. 4 gedung BPHN Jakarta Timur. Terhitung mulai tanggal 14 Agustus 2018, Prof Benny menjabat sebagai Plt. Kepala BPHN.

 

Sertijab dan Pisah Sambut digelar untuk menindaklanjuti Surat Perintah Menteri Hukum dan  HAM Nomor M.HH.KP.04.02-228 tentang penunjukkan Prof Benny sebagai Plt. Kepala BPHN dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 134/P/2018 Tahun 2018 tentang pengangkatan Prof Enny sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi 2018-2023. Rangkaian acara dimulai sejak pukul 10:00 WIB, diawali penandatanganan memori jabatan yang disaksikan Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Aidir Amin Daud. Setelah itu, dilanjutkan penyampaian kesan dan pesan dan kata-kata sambutan dari Plt. Kepala BPHN.

 

Dalam kesempatan tersebut, Prof Enny menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, terutama keluarga besar BPHN atas kerjasama yang terjalin selama empat tahun kebelakang. Ia mengaku menikmati suasana kerja kondusif yang terbangun di BPHN, sampai-sampai jarang pulang tepat waktu lantaran keasyikan menyelesaikan tugas dan fungsi yang diemban selaku Kepala BPHN.

 

“Bagi saya sangat berat sekali, sejak saya di sini empat tahun yang lalu, saya menanggap bahwa BPHN ini adalah rumah kedua saya,” kata Prof Enny sewaktu memberikan kesan dan pesan.

 

Dilantik empat tahun lalu, Prof Enny mengaku langsung mencintai BPHN sekaligus tugas berat yang dimandatkan kepada BPHN. Empat dari lima unit eselon II di bawah BPHN, yakni Pusat Analisis dan Evaluasi Hukum Nasional (Pusanev), Pusat Perencanaan Hukum Nasional (Pusren), Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum (Pusluh), serta Pusat Dokumentasi dan Jaringan Informasi Hukum Nasional (Pusdok) diberi mandat langsung oleh Presiden dalam mengentaskan permasalahan hukum seperti hiper regulasi maupun tumpang tindih regulasi dan persoalan akses bantuan hukum yang sulit dijangkau oleh orang miskin.

 

Di waktu yang sangat singkat, Prof Enny dinilai berhasil memimpin BPHN dan mengangkat citra positif BPHN di mata kalangan pegiat hukum, akademisi, serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Sepak terjang beliau selama menjabat juga banyak diacungi jempol. Sebut saja misalnya, Prof Enny dipercaya oleh Presiden menjadi anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK serta posisi penting sebagai ketua tim pemerintah dalam pembahasan sejumlah undang-undang diantaranya UU Terorisme dan RUU KUHP.

 

Mudah-mudahan sepeninggalan saya, BPHN semakin luar biasa dan bisa menentukan arah pembangunan hukum ke depan. Tugas berat masih menumpuk, tetap semangat dan jangan menyerah,” kata Prof Enny.

 

Dalam kesempatan yang sama, Prof Benny mengatakan akan meneruskan kebijakan yang dibuat semasa Prof Enny menjabat sebagai Kepala BPHN. Ia berharap, jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan BPHN dapat mendukungnya selama diberi tugas menjadi Plt. Kepala BPHN sehingga hal-hal positif yang dibangun oleh Prof Enny dapat dilanjutkan dan dapat lebih diakselerasi di kemudian hari.  

 

“Walaupun saya Plt. Kepala BPHN, saya akan teruskan kebijakan bila perlu ada yang harus diakselerasi bersama oleh jajaran BPHN, saya mohon kita kumpul bersama karena kita satu saudara sehingga kendala yang mungkin muncul bisa diantisipasi,” kata Prof Benny.

 

Sementara itu, Irjen Kementerian Hukum dan HAM, Aidir mengatakan atas nama pimpinan di Kementerian Hukum dan HAM, ia mengucapkan terima kasih kepada Prof Enny karena telah memberikan kinerja terbaiknya selama memimpin BPHN. Ia juga berharap agar Plt. Kepala BPHN dapat melanjutkan kinerja positif dan mempertahankannya. “Atas nama pimpinan, kami ucapkan terima kasih kepada Prof Enny atas kinerjanya,” kata bapak Aidir.

 

Sekedar informasi, acara Sertijab dan pisah sambut dihadiri para Pimti Madya di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, diantaranya Dirjen PAS, Sri Puguh Budi Utami, Dirjen Imigrasi, Ronny F Sompie, Dirjen HAM, Mualimin Abdi, serta jajaran Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM. Acara berjalan lancar dan setelah rangkaian selesai para pegawai BPHN melepas Prof Enny menuju mobil dinas di loby gedung BPHN. ***(NNP/RA)