Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 16 Januari 2019

    juli

    selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. saya mau Tanya, apa dasar hukum Dr perkawinan di Indonesia? apakah sudah mencakup dengan perkawinan sejenis? Ada rekan saya yang telah melakukan pernikahan sejenis di luar negeri Dan ingin mendaftarkan pernikahannya di Indonesia. apakah Hal tersebut dimungkinkan di negara kita? terima kasih atas jawabannya.

  • 17 Januari 2019

    Dijawab Oleh -

    Sudaryadi, S.Ag., S.H., M.Si. Terimakasih telah berkonsultasi dengan kami. Sebelumnya kami akan menjelaskan tentang definisi dari perkawinan, dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan: a. Ayat (1) “perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. b. Ayat (2) “tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Mengenai pertanyaan Saudara/Saudari yang melakukan perkawinan sejenis di luar negeri sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan yang berlaku di Indonesia adalah tidak mengenal perkawinan sejenis tetapi yang dinamakan perkawinan adalah pria dan wanita (pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan), dan apabila perkawinan sejenis tersebut yang dilakukan di luar negeri dan setelah itu kembali ke Indonesia dan ingin mencatatkan perkawinanannya maka tidak dapat dicatatkan karena bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Undang-Undang Perkawinan yang berlaku di Indonesia sampai saat ini adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan artinya apabila terjadi perkawinan yang tidak sesuai dengan Undang-Undang tersebut maka perkawinan tersebut tidak sah menurut hukum Indonesia. Demikian penjelasan dari kami semoga bermanfaat.