Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 23 Desember 2018

    Arif pranoto

    terjadi lakalantas yg mengakibatkan 2 korban pengendara motor meninggal dunia di tempat..kronologis .. sebelum terjadi lakalantas kedua korban di duga terlibat perselisihan dan akhirnya sopir mobil mngejar dan terjadi pnambrakan dari belakang dan kondisi mobil dan motor rusak berat.. dengan kronologis seperti ini apakah sopir bisa di jerat dg pasal 388?

  • 8 Januari 2019

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Madya, Haryani, S.H. Kecelakaan lalu lintas dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan digolongkan menjadi 3, yakni (lihat pasal 229) : 1. Kecelakaan lalu lintas ringan, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan kendaraan dan/atau barang; 2. Kecelakaan lalu lintas sedang, kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang; 3. Kecelakaan lalu lintas berat, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan dunia atau luka berat. Terkait dengan permasalahan anda sebagaimana korban meninggal tersebut diatas maka kasus kecelakaan yang anda sampaikan termasuk kecelakaan lalu lintas berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Menurut pasal 310 UULAJ, pengemudi kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas ancaman pidananya mencapai 5 tahun penjara, bahkan jika korbannya meninggal ancaman pidananya 6 tahun penjara. Sedangkan apabila kecelakaan lalu lintas tersebut dilakukan dengan kesengajaan maka ancaman pidananya dua kali lipat. Yang erplu diketahui juga adalah selain pidana penjara, kurungan atau denda, pelaku tindak pidana lalu lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas yang dilakukannya. Pasal 311 ayat (5) UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan subsider Pasal 310 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan “ Terdakwa dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak 24 (dua puluh empat juta rupiah). Pertanyaan anda apakah sopir bisa dijerat dengan pasal 388 KUHP? Menurut kami karena UU Nomor 22 Tahun 2004 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengatur secara lengkap terkait kecelakaan lalu lintas, maka kami menganggap pasal 388 KUHP tidak perlu lagi diterapkan disini. Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.