Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 21 Desember 2018

    amalia

    selamat malam...saya owner arisan online..ad member teman saya tdnya akrb sm saya krn ad mslh pribadi dia dendam sm saya g mau bayar..berdalih g ad uang dan kapan2 bayat..pdhl kaya raya beli coklat jutaan dll msh sanggup..sudah 2 bln ga ad itikad baik..saya whatspp jg dblokir..ini mw saya masukin kasus k penggelapan dana atau gmn..uang member banyak yang blm d byar..bukti tf uang arisan smua ad elektronik bank

  • 26 Desember 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh : Lisa Noviana, S.H. (Penyuluh Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional) Terima Kasih atas pertanyaannya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan arisan sebagai kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. Jadi, dapat diartikan bahwa arisan online adalah arisan yang berbasis online, melalui media elektronik. Menurut kami, apapun bentuk arisan tersebut, melalui online ataupun bukan online, ketika peserta arisan telah sepakat untuk mengadakan suatu arisan dengan nilai uang atau barang tertentu dan dalam periode waktu tertentu maka sebenarnya di antara para peserta arisan telah terjadi suatu perjanjian. Arisan diakui sebagai perjanjian walaupun seringkali dilakukan berdasarkan kata sepakat dari para pesertanya tanpa dibuatkan suatu surat perjanjian. Karena, syarat sah suatu perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) tidak mensyaratkan bahwa perjanjian harus dalam bentuk tertulis. Namun perjanjian arisan tersebut tetap akan menimbulkan hak dan kewajiban di antara para pesertanya dan di antara para peserta dengan pengurus arisan. Maka, pihak yang tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar arisan online, dapat digugat secara perdata atas dasar wanprestasi sesuai Pasal 1238 KUHPer. Saudara dapat menggugat peserta yang tidak mau membayar arisan online tersebut atas dasar wanprestasi, bukan pengelapan, karena Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menjelaskan “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah”. Jika permasalahan ini akan diselesaikan melalui gugatan wanprestasi, saudara dapat menggunakan alat bukti dalam hukum acara perdata, sebagaimana diatur dalam Pasal 1866 KUHPer dan Pasal 164 Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR), yaitu: 1. Bukti tulisan, 2. Bukti dengan saksi, 3. Persangkaan, 4. Pengakuan, dan 5. Sumpah. Selain itu, karena saudara menuliskan memiliki bukti transfer elektronik, maka bukti transfer tersebut dapat juga dijadikan sebagai alat bukti sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu: (1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah. (2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.