Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 12 Desember 2018

    azwar khosim

    saya bekerja di perusahaan otomotif . pertama kontrak kerja saya 6 bulan terus diperpanjang 6 bulan dan jadi 1 tahun totalnya.setelah abis kontark saya nganggur selang 4 bulan saya di panggil bekerja kembali di perusahaan tersebut dan langsung di kontrak 2 tahun.yg saya mau tanyakan apakah perusahaan tempat saya bekerja tersebut melanggar uud tentang status karyawan kontrak?apa saya bisa menjadi permanen di perusahaan tersebut

  • 14 Desember 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Saud Halomoan Batubara, S.H., M.H. . Terima kasih kami ucapkan atas partisipasi Sdr.dalam ruang konsultasi hukum on line, Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum – Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Kementerian Hukum dan HAM RI, semoga Sdr selalu dalam kesehatan dan semangat dalam beraktivitas. Berkenaan dengan Pertanyaan Sdr dapat kami jelaskan sebagai berikut : Pertama Sdr dikontrak selama 6 bulan, selanjutnya diperpanjang 6 bulan jelas Sdr sudah bekerja selama 1 tahun. Secara otomatis berdasarkan jangka waktu perpanjangan kontrak enam bulan terakhir tentunya Sdr dan perusahaan sudah putus hubungan kerja, dalam jangka waktu tertentu. Jadi, secara otomatis Sdr sudah berhenti dari perusahaan tersebut, hal ini sesuai dengan ketentuan perundangan. Jadi perusahaan tidak melanggar status pekerja kontrak. Kedua, setelah Sdr menganggur selama 4 bulan, Sdr dipanggil kembali oleh Perusahaan yang sama, langsung dibuatkan kontrak kerja oleh Perusahaan untuk 2 tahun. Dalam hal ini menurut pemahaman kami, bahwa Sdr. Bekerja kembali di perusahaan yang sama adalah Kontrak Kerja Baru, karena sudah melampaui ketentuan dalam Pasal 59 khususnya ayat (6) UU No.13 tentang Ketenagakerjaan. Dapat kami kutip bunyi ketentuannya : “Pembaruan Perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tigapuluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1(satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun”.(Pasal 59 ayat (6) UU Ketenagakerjaan. Jadi dengan demikian, sebenarnya Sdr masih dapat diperpanjang untuk satu kali perpanjangan kontrak. Dengan demikian, apabila Perusahan tidak memperpanjang kontrak atau memberitahukan kepada Sdr bahwa jangka waktu sebelum habis 2 (dua) tahun, maka Sdr tentu perlu menanyakannya kepada bagian HRD atau bagian personalia karyawan. Kemungkinan lain, atas pertimbangan perusahaan terhadap kinerja dan prestasi Sdr, bisa saja perusahaan mengangkat Sdr menjadi karyawan tetap atau permanen. Perlu kami rekomendasikan lebih lanjut, agar Sdr menyimak kembali khususnya ketentuan pasal 59 Ayat (7), bilamana perusahaan tidak memenuhinya, maka demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Lebih lanjut kami sampaikan ketentuan pelaksanaan tentang PKWT di atur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-100/MEN/VI/2004 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Demikian penjelasan kami atas pertanyaan Sdr semoga apa yang Sdr harapkan menjadi kenyataan, terima kasih atas atensinya. Salam.....