Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 8 Desember 2018

    Silphia

    Selamat malam.. Saya mau bertanya saya memiliki kakak ipar yang menjadi istri siri selang beberapa waktu suami kakak ipar saya tsb menggugat cerai istri pertama namun istri pertama berencana menuntut harta gono gini... Namun ada tanah milik kelarga suami kakak saya yang nilai jualnya cukup besar tanah tersebut adalah tanah warisan dari alm. Bapak suami kakak ipar saya.. Akan tetapi tanah tsb sertifikatnya an suami kakak ipar saya.. Sedangkan pada warisan itu terdapat hak untuk adik adik suami kakak ipar saya tersbut... Pertanyaaan saya apakah bisa menjadi harta gono gini sementara sertifikat an suami kakak ipar saya dan sertifikat tsb dibuat setlah menikah dengan istri pertama dan tidak ada bukti yg menunjukan jika tanah tsb adalah tanah warisan. Mohon dibantu jawabanya terimaksih

  • 14 Desember 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Haryani, S.H. Menjawab pertanyaan Saudari Silphia tentang harta gono gini, sebelumnya akan kami jelaskan bahwa berdasarkan Pasal 119 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata terhitung sejak perkawinan terjadi, demi hukum terjadilan percampuran harta diantara keduanya (jika perkawinan dilakukan sebelum berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan). ada harta bersama yaitu harta yang diperoleh selama dalam perkawinan baik itu yang diperoleh oleh istri maupun suami dan apabila terjadi perceraian maka harta tersebut akan dibagi sama rata antara suami dan istri. Pembagian terhadap harta bersama tersebut meliputi segala keuntungan dan kerugian yang didapatkan dari usaha maupun upaya yang dilakukan oleh pasangan suami/istri tersebut selama mereka masih terikat dalam perkawinan. Sedangkan setelah berlakunya UU Perkawinan, harta benda dalam perkawinan diatur dalam pasal 35 ayat (1) dan (2) UU Perkawinan. Perbedaannya adalah bagian harta yang mana yang menjadi harta bersama. Dalam KUH Perdata, semua harta suami dan istri menjadi harta bersama, sedangkan dalam UU Perkawinan yang menjadi harta bersama adalah harta benda yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan harta yang diperoleh sebelum perkawinan menjadi harta bawaan dari masing-masing suami atau istri. Harta bawaan dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan berada dibawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain. Untuk kasus diatas perlu dtelusuri terlebih dahulu kepemilikan sertifikat tersebut apakah karena adanya jual beli atau itu harta warisan. Kalau adanya sertifikat itu karena adanya kegiatan jual beli, maka itu menjadi harta bersama, suami kakak ipar anda dengan istri pertama, namun apabila itu harta warisan maka harus dibagi menurut hukum waris yang akan diterapkan dalam pembagian harta waris tersebut apakah dengan waris perdata, waris adat maupun waris Islam.