Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 4 Desember 2018

    viktor

    harta waris kakek. almarhum kakek sy punya anak dr istri 1 ada 7 laki" 2 perempuan 5 .cara pembagian gmn..ayah sy anak pertama tp sudah meninggal..mohon penjelasan nya.terima kasih

  • 14 Desember 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Sudaryadi, S.Ag., S.H., M.Si. Terimakasih telah berkonsultasi dengan kami. Mengenai pertanyaan anda kami akan menjawab dari sisi hukum waris menurut hukum Islam dan hukum waris perdata. Sebagaimana terdapat dalam Pasal 171 huruf c Kompilasi Hukum Islam (“KHI”), ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris. Di dalam pasal 185 KHI “Ahli waris yang meninggal lebih dahulu daripada si pewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya, kecuali mereka yang tersebut dalam pasal 173 (terhalangnya menjadi ahli waris). Besarnya bagian warisan menurut hukum islam seperti yang yang dijelaskan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 176 yaitu anak perempuan bila hanya seorang ia mendapat separoh bagian, bila dua orang atau lebih mereka bersama-sama mendapat dua pertiga bagian, dan apabila anak perempuan bersama-sama dengan anak laki-laki, maka bagian anak laki-laki adalah dua berbanding satu dengan anak perempuan. Sedangkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) pasal 832 “menurut undang-undang, yang berhak menjadi ahli waris ialah keluarga sedarah, baik yang sah, maupun luar kawin, dan si suami atau isteri yang hidup terlama, semua menurut peraturan tertera pada peraturan ini” Pembagian warisan menurut Undang-Undang Hukum Perdata dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Dalam pasal 852 KUH Perdata telah ditentukan bahwa orang yang pertama kali dipanggil oleh undang-undang untuk menerima warisan adalah anak-anak dan suami atau istri. 2. Bagian yang diterima oleh mereka adalah sama besar antara satu dengan yang lainnya. 3. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dan juga tidak ada perbedaan antara yang lahir pertama kali dengan yang lahir berikutnya. 4. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keturunan, suami atau istri mendapat bagian yang sama besar di antara mereka. Dari keterangan yang anda tanyakan bahwa kakek anda yang meninggal dan mempunyai ahli waris anak laki-laki 2 (dua) orang dan anak perempuan 5 (lima) orang, menurut penjelasan pasal 852 KUH Perdata tersebut di atas maka ayah anda akan mendapatkan bagian yang sama dengan saudara-saudara ayah anda tanpa membedakan laki-laki atau perempuan, dan begitu juga dengan istri kakek (nenek) anda. Sebagai tambahan penjelasan dapat dilihat dalam pasal 854 – 856 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sebagai berikut: 1. Pasal 854 KUH Perdata mengatur apabila pewaris tidak meninggalkan keturunan maupun suami atau istri, sedangkan bapak dan ibunya masih hidup, maka mereka (bapak dan ibu) mendapat bagian 1/3 dari warisan, sedangkan saudara laki-laki dan saudara perempuan 1/3 bagian. 2. Pasal 855 KUH Perdata juga ditentukan bagian dari bapak dan ibu yang hidup terlama. Bagian mereka tergantung pada kuantitas dari saudara laki-laki atau saudara perempuan dari pewaris, yaitu sebagai berikut: a. Apabila pewaris meninggalkan seorang saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan, maka hak dari bapak atau ibu yang hidup terlama adalah ½ bagian. b. Apabila pewaris meninggalkan 2 orang saudara laki-laki dan saudara perempuan , maka yang menjadi hak dari bapak atau ibu yang hidup terlama adalah 1/3 bagian. c. Apabila pewaris meninggalkan lebih dari 2 saudara laki-laki dan saudara perempuan, maka yang menjadi hak dari bapak atua ibu yang hidup terlama adalah ¼ bagian. 3. Sisa dari harta warisan itu menjadi hak dari saudara laki-laki dan perempuan dari pewaris. Bagian saudara laki-laki dan saudara perempuan adalah sama besar diantara mereka. Bagian dari saudara laki-laki dan saudara perempuan ditentukan lebih lanjut dlam pasal 856 KUH Perdata. 4. Apabila pewaris tidak meninggalkan keturunan, suami atu istri, sedangkan bapak atau ibu telah meninggal lebih dahulu, maka yang berhak menerima seluruh harta warisan dari pewaris adalah saudara laki-laki dan saudara perempuan. Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.