Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 2 November 2018

    agung darmawan

    saya membeli sebuah rumah dengan over kredit, namun saat membayar pajak bumi dan bangunan ternyata pajaknya masih nama PT ato developer penjual bahkan nama di listrik adalah PT.. pertanyaan nya apakah hal ini dapat menimbulkan masalah di kemudian hari? karena didalam pbb terdapat njop yg menunjukan kepemilikan rumah tersebut,, nah masalah yg selanjutnya saya kan meneruskan cicilan dari penjual, apakah nanti surat tanah nya an penjual? bagaimana mekanisme yang benar?

  • 6 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Setiyo Budi, SH.MH. Yth.Agung Darmawan Setelah saya membaca dan memahami permasalahan yang Saudara sampaikan kepada kami, saya selaku Konsultan Hukum dari Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI ingin mencoba menjawab sesuai dengan kemampuan saya di bidang pertanahan yang saya pahami selama ini sebagai berikut. 1. Dalam kondisi seperti saudara di atas, maka kedudukan sadara selaku pembeli relatif belum kuat atau sepenuhnya belum aman. Karena yang menjual memang pemilik tanah dan bangunan lansung, namu deimikian peralihan hak dengan cara yang dibenarkan oleh hukum tentunya. Pada saat ditandatanganinya akta-akta tersebut. Tidak lah aman karena tanpa sepengetahuan/tidak melibatkan PT.Oto Develope serta per bank kan, padahal ada kondisi khusus yaitu tanah dan bangunan masih dalam ‘penguasaan PT dan bank sebagai objek jaminan KPR. 2. Perbuatan hukum oper kredit yang dilakukan oleh para pihak seharusnya disertai dengan pemberitahuan baik lisan maupun tulisan dengan menyerahkan salinan akta-akta yang telah ditandatangani dihadapan PT. Oto Develope dan bank selaku penjamin. Jika tidak melaporkan ke bank, sampai at dan dokumen lainnya, walau menunjukkan kuasa, pihak bank tetap tidak akan menyerahkannya. Segala dokumen pelunasan dan sebagainya, tetap harus ditandatangani oleh orang yang namanya tercantum dalam database bank, orang yang mereka ketahui sebagai debitor mereka, yaitu si penjual tersebut. 3. Lain halnya jika para pihak secepat-cepatnya, setelah penandatanganan akta-akta, bersama-sama melaporkannya kepada bank. Atas dasar akta tersebut, bank akan mencatatkan oper kredit ke data mereka, penggantian nama saudara tercantum sebagai debitor yang baru. Sehingga setelah angsuran terakhir lunas, dengan menunjukkan asli kuasa pengambilan sertifikat, dapat melakukan proses administrasi yang diperlukan sebagai rangkaian “melepaskan” tanah dan bangunan sebagai objek jaminan. Pihak bank juga akan menyerahkan surat roya sebagai dasar untuk meroya/mencoret status hak jaminan yang dibebankan ke kantor pertanahan setempat. Proses roya ini dapat dibantu oleh PPAT setempat. 4. Kenapa harus melapor ke bank? Hal ini untuk menghindari itikad buruk dari penjual, karena bisa saja pada tanggal akhir pelunasan, ia mendatangi bank, menyelesaikan segala proses administrasi, bank akan menyerahkan semua dokumen terkait kepadanya dan penjual tidak menyerahkan ke teman Anda tetapi menjual kembali ke orang lain. Jika hal ini yang terjadi, bank tidak dapat disalahkan, karena tidak ada pemberitahuan oper kredit tersebut. Demikan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat untuk saudara dan kita semua