Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 12 Oktober 2018

    Dani Prasetya

    Saya selaku pemegang hak perwalian anak. Kakak saya meninggal dunia dan kakak saya meninggalkan beberapa dokumen dan dokumen tersebut saya gunakan untuk mengajukan permohonan hak perwalian dikarenakan anak kakak saya itu masih di bawah umur. Dan setelah keluar putusan pengadilan agama, ternyata dokumen yang ditinggalkan oleh kakak saya ini ternyata palsu. Dan hal ini dikarenakan ketidaktahuan saya asal usul dokumen tersebut. Ternyata kakak saya menggunakan dokumen nikah palsu dikarenakan status kakak saya yang seorang PNS. Yang saya tanyakan, apakah saya bisa kena pasal pemalsuan dokumen. Dan apakah saya bisa merevisi putusan pengadilan agama yang telah saya dapatkan? Kalau bisa, bagaimana caranya?

  • 6 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya : Eko Suparmiyati, S.H., MH. Saran yang kami berikan adalah : Oleh karena klien sudah mengetahui bahwa almarhum kakaknya memalsukan dokumen yang digunakan untuk mengajukan permohonan hak perwalian dikarenakan anak kakak klien masih dibawah umur, maka kami meyarankan untuk segera menyampaikan atau memberitahukan kepada Pengadilan Agama atas Putusan yang diputuskan oleh Pengadilan Agama karena putusan tersebut didasarkan adanya dokumen yang dipalsukan. Karena apabila tidak klien dapat dikenakan Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi: (1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun. (2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.