Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 23 September 2018

    Anis Maulana

    Apa yang harus kami lakukan atas penutupan/blokade jalan gang/lorong/jalan setapak oleh tetangga depan dan ironi nya dibela pihak RT/RW hingga kelurahan padahal jalan gang/lorong dari rumah ke jalan raya sudah ada sejak jaman belanda?

  • 14 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Di jawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya , Das Enlailatul Husna, S.H. Setelah membaca permasalahan saudara, ada beberapa kemungkinan yang bisa kami sampaikan kepada saudara sebagai berikut: 1. Jika jalan setapak ditutup, tentu ada penyebabnya. Penutupan jalan gang dimaksud karena bisa juga kepemilikannya terdapat pada sertifikat sesorang yang tadinya memang dibuka sementara dan jika dibutuhkan maka gang/jalan dimaksud bisa ditutup kembali karena Legalitas hukumnya kuat/jelas. 2. Kemungkinan bisa juga ditutup karena akses jalan dimaksud sebagai akses jalan yang beresiko untuk keluar masuk orang yang tidak dikenal sehingga banyak muncul kejahatan diwilayah tersebut, karena penutupan tersebut didukung oleh RT,RW dan Kelurahan. 3. Namun mengingat rumah saudara terletak dibagian belakang yang mungkin tidak punya akses lain untuk keluar, secara Yuridis kami sampaikan bahwa: a. Menurut pasal 6 Undang-undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 “ Semua hak atas tanah memiliki fungsi sosial “ Dalam kandungan pengertian hak milik merupakan hak mutlak tidak terbatas dan tidak dapat diganggu gugat. Akan tetapi didalam kemutlakan hak milik tesebut melekat sebuah ikatan hukum yang bersifat umum dengan segala kepentingan yang seimbang yaitu fungsi sosial tanah. Dalam arti hak milik yang dipunyai seseorang tidak boleh digunakan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan harus memprhatikan kepentingan masyarakat umum karena hak milik atas tanah dibatasi dengan fungsi sosial dengan menggunakan standar kebutuhan umum (publik necessity),kebaikan untuk umum (public good), atau berfaedah untuk umum (publik utility). b. Menurut pasal 667 KHUPerdata menyatakan juga Pemilik sebidang tanah atau pekarangan yang terletah diantara tanah tanah orang lain sedemikian rupa sehingga ia tidak mempunyai jalan keluar sampai kejalan umum atau perairan umum , berhak menuntut kepada pemilik pekarangan tetangganya , supaya diberi jalan keluar untuk guna kepentingan tanah atau pekarangannya dengan kewajiban untuk membayar ganti rugi seimbang dengan kerugian yang diakibatkan Mengingat tanah sebagai fungsi sosial sudah dijamin oleh undang undang, kami menyarankan kepada saudara untuk melakukan mediasi melalui pihak ketiga sebagai mediator, dan apabila proses mediasi tidak terjadi kesepakan yang diinginkan, maka langkah selanjutnya Saudara dapat menempuh jalur hukum melalui gugatan ke pengadilan setempat. Demikian jawaban yang kami sampaikan, semoga bermanfaat.