Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 5 Agustus 2018

    Agus sugiarto

    Bapak saya membeli tanah dari si A, dan bapak saya sudah menggarapnya berpuluh puluh tahun. Kemudian saya membuatkan sertifikat tanah tersebut atas nama saya. Yang menjadi permasalahan disini tanah tersebut di buku besar Desa tanah tersebut masih atas nama si A. itu yang menjadi dasar anak si A yang merupakan perangkat desa menggugat tanah tersebut. yang saya tanyakan kuat mana antara sertifikat tanah dengan buku besar desa? kedua bisakah perangkat desa mengotak atik berkas tersebut? Mohon solusinya Terimakasih.

  • 19 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Di jawab oleh Penyuluh Hukum Madya, Setiyo Budi, S.H.,M.H. Setelah saya membaca dan memahami permasalahan yang Saudara sampaikan, saya selaku Konsultan Hukum dari Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI ingin mencoba menjawab peranyaan sadara sesuai dengan kemampuan saya di bidang pertanahan yang saya pahami selama ini sebagai berikut. 1. Permasalahan yang ditanyakan saudara rupanya terkait tanah saudara yang bersertipikat secara diam-diam data masih punya pihak A dan diakui keberadaanya sehingga digugat ke pengadilan setempat. Mengenai pertanyaan sudara tentang kuat mana sertipikat dengan buku besar desa , dan apakah perangkat desa bisa mengutak atik berkas dimaksud. - Tidak bisa kami pastikan seripikat sadara itu memiliki kekuatan, tergantung bagaimana cara memohonkannuya. Karena dari kasus sadara masih ada yang mengakui denga n bukti lain yang setahu kami, munculnya sertipikat sadara dasarnya hars dari kelurahan setempat. - Solusi yang baik tentunya menanyakan langsung sertipikat ke BPN setempat. Guna memastikan kebenaranya. - Mengenai tanah yang sudah memiliki sertifikat namun ragu keabsahanya diharap melapor ke BPN pada Kasi permohonan hak tanah, - Sesuai PP No. 24 tahun 1997 tentang permohonan alas hak tanah. Minta ulang sesuai dengan surat yang anda miliki. Biasanya akan diminta beberapa persaratan, di antaranya: - 1.Fotocopy KTP pemilik sertifikat. 2. FC sertifikat dan menunjukkan sertifikat asli. 3. Mengisi formulir yang disediakan di kantor. 4. Surat kuasa bila dikuasakan. 2. Dengan demikian akan ketahan keaslian surat saudara setelah melali pelaporan dimaksud. - Hal mengenai perangkat desa bisa saja namanya oknum yang tidak bertanggung jawab selalu ada. - Oleh sebab itu waktu harus berhati-hati terhadap jual beli tanah dimaksud Demikan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat untuk saudara dan kita semua