Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 30 Maret 2018

    tommy

    Halo. Mohon dibantu. Saya punya saudara yg di vonis 4 tahun 6 bulan dan subsidier 3 bulan. Semenjak januari 2016 karena memakai narkoba mohon dibantu untuk dihitung kapan bisa bebas. Saat ini sedang mengurus PB tapi belom jelas kapan bisa keluar. Saudara saya. Lelaki islam dan asumsi saya harusnya mendapatkan semua remisi karena tidak pernah bermasalah terima kasih

  • 6 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Muda Leny Ferina Andrianita, SH. Terima kasih kami akan coba menjawabnya , terkait cara mengajukan pembebasan bersyarat, kami akan menjelaskan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan pembebasan bersyarat berdasarkan Penjelasan Pasal 14 ayat (1) huruf k Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (“UU Pemasyarakatan”) sebagai berikut: Yang dimaksud dengan "pembebasan bersyarat" adalah bebasnya Narapidana setelah menjalani sekurang-kurangnya dua pertiga masa pidananya dengan ketentuan dua pertiga tersebut tidak kurang dari 9 (sembilan) bulan. Lebih lanjut Pasal 1 angka 6 Permenkumham 21/2016 menyatakan: Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat adalah program pembinaan untuk mengintegrasikan Narapidana dan Anak ke dalam kehidupan masyarakat setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Syarat Pembebasan Bersyarat Terkait pemberian pembebasan bersyarat, Pasal 49 Permenkumham 21/2016 menjelaskan mengenai syarat-syarat dapat diberikannya Pembebasan Bersyarat sebagai berikut: (1) Pembebasan Bersyarat dapat diberikan kepada Narapidana yang telah memenuhi syarat: a. telah menjalani masa pidana paling singkat 2/3 (dua per tiga), dengan ketentuan 2/3 (dua per tiga) masa pidana tersebut paling sedikit 9 (sembilan) bulan; b. Berkelakuan Baik selama menjalani masa pidana paling singkat 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana; c. telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun, dan bersemangat; dan d. masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan Narapidana. (2) Pembebasan Bersyarat dapat diberikan kepada Anak yang sedang menjalani pidana penjara di LPKA yang telah memenuhi syarat: a. telah menjalani masa pidana paling sedikit 1/2 (satu per dua) masa pidana; dan b. berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 3 (tiga) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 1/2 (satu per dua) masa pidana. Saudara Anda dapat diberikan pembebasan bersyarat sepanjang telah menjalani paling sedikit 2/3 (dua per tiga) masa pidana dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling singkat 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidana. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan perhitungan 2/3 (dua per tiga) dihitung dari masa pidana yang dijatuhkan kepada saudara Anda kemudian dikurangi dengan remisi jika ada dan dihitung sejak tanggal penahanan. Adapun cara pengajuan Pembebasan Bersyarat adalah: Sebelumnya, kami jelaskan tentang pembebasan bersyarat. Pembebasan bersyarat adalah bebasnya narapidana, setelah menjalani sekurang-kurangnya dua per tiga masa pidananya, dengan ketentuan dua per tiga tersebut tidak kurang dari sembilan bulan. Selanjutnya, kami jabarkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh narapidana, untuk memenuhi pembebasan bersyarat: Persyaratan Substantif. 1. Telah menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang menyebabkan dijatuhi pidana. 2. Telah menunjukkan perkembangan budi pekerti dan moral yang positif. 3. Berhasil mengikuti program kegiatan pembinaan dengan tekun dan bersemangat. 4. Masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan narapidana dan anak pidana yang bersangkutan. 5. Berkelakuan baik selama menjalani pidana, dan tidak pernah mendapat hukuman disiplin untuk: a. asimilasi sekurang-kurangnya dalam waktu enam bulan terakhir, b. pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas sekurang-kurangnya dalam waktu sembilan bulan terakhir, dan c. cuti bersyarat sekurang-kurangnya dalam waktu enam bulan terakhir. 6. Surat pernyataan kesanggupan dari pihak yang akan menerima narapidana dan anak didik pemasyarakatan, seperti pihak keluarga, sekolah, instansi pemerintah atau swasta, dengan diketahui pemerintah daerah setempat, serendah-rendahnya lurah atau kepala desa. 7. Narapidana atau anak pidana warga negara asing diperlukan syarat tambahan: a. surat jaminan dari kedutaan besar atau konsulat negara orang asing yang bersangkutan bahwa narapidana dan anak didik pemasyarakatan tidak melarikan diri, atau menaati syarat-syarat selama menjalani asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, atau cuti bersyarat; b. surat keterangan dari kepala kantor imigrasi setempat mengenai status keimigrasian yang bersangkutan. Setiap narapidana dapat memperoleh pembebasan bersyarat, sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut di atas. Jadi, pembebasan bersyarat dapat dimohonkan narapidana sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut di atas, dan memohonkan ke bagian registrasi di lapas atau rutan setempat. Proses selanjutnya, pihak lapas atau rutan akan meninjau apakah narapidana atau anak pidana yang bersangkutan, telah memenuhi persyaratan-persyaratan di atas atau belum. Permohonan akan diterima jika persyaratan-persyaratan di atas telah terpenuhi. sampai terbitnya keputusan pemberian pembebasan bersyarat dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan atas nama Menteri Hukum dan HAM. Sebaliknya, permohonan akan ditolak jika persyaratan-persyaratan di atas tidak terpenuhi. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat. Dasar Hukum :Undang-Undang No.12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan Permenkumham No.21 Tahun 2016 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 21 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat