Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 8 Maret 2018

    Zainudin

    Trims atas perhatiannya. 1.pengkapling/.2.pembeli ke1/ .3.pembeli ke2,( saya)th 2008 .1 kapling 15x6. Sekarang ini pembatas tanah kapling hilang dan bangunan yg d sebelah tanah saya itu punya 2kapling dan sekarang melebar 2,5 kapling dan mungkin itu ambil dari tanah saya, sewaktu saya tanya masalah surat orangnya dia tidak mau nunjukin . Pertanyaan saya: 1.kalo sy mau ukur ulang tanah apa perlu dgn pihak ke1.karena pihak kelurahan tidak bisa ukur tanpa pihak 1 (pindah luar pulau). ??? Padahal surat petok D, akte jual beli , pajak kan Uda ada itupun dari kelurahan. solx saya Uda 4x berusaha tapi hasilnya 0. 2,apa perlu Sy buat laporan ke kepolisian??? Mohon bantuannya...

  • 12 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh : Setiyo Budi, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya, BPHN) Terima kasih atas pertanyaan saudara. Setelah saya membaca dan memahami permasalahan yang Saudara sampaikan, saya selaku Konsultan Hukum dari Badan Pembinaan HukumNasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI ingin mencoba menjawab sesuai dengan kemampuan saya di bidang pertanahan yang saya pahami selama ini sebagai berikut. 1. Kasus yang ditanyakan saudara rupanya terkait tanah saudara secara diam-diam diserobot oleh pihak lain sehingga tanah saudara menjadi berkurang dan tidak sesuai dengan ukuran yang tercatat pada surat saudara. - Mengenai tanah yang sudah memiliki sertipikat dapat dikembalikan batasnya sesuai dengan ukuran di sertipikat. Setiap Pemohon dapat melakukan permohonan pengukuran di kantor BPN di lokasi letak tanah berada di lokasi saudara. - Sesuai PP No. 24 tahun 1997 tentang Permohonan Alas Hak Tanah. Datanglah ke BPN dimana wilayah tanah saudara berada. Menghadap langsung ke Kasi. Permohonan Tanah untuk minta diukur kembali tanah saudara sesuai dengan surat yang anda miliki. Biasanya akan diminta beberapa persyaratan, di antaranya: - 1. Foto copy KTP pemilik sertipikat. 2. Foto copy sertipikat dan menunjukkan sertipikat asli. 3. Mengisi formulir yang disediakan di kantor. 4. Surat kuasa bila dikuasakan. 2. Pengukuran bisa aja dari kelurahan jika memang surat saudara bentuknya masih girik, itupun sementara, namun setelah naik ke akta jual beli, maka pengukuran tanah harus disaksikan pejabat yang berwenang seperti notaris, camat dan diserahkan ke BPN di wilayah saudara tinggal atas permohonan saudara sendiri. - Namun kalau surat saudara hanya sebatas perjanjian AJB dibawah tangan, maka saya berkeyakinan ada oknum pejabat yang nakal. - Jika memang seperti itu, maka saudara laporkan saja ke OMBUSMAN RI di wilayah propinsi jika tidak sesuai dengan UU Ombudsman RI No.37 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik Demikan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat untuk saudara dan kita semua