Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 22 Januari 2018

    rina

    mbak, saya menikah umur 15 tahun, terus suami saya gak pulang-pulang 2 tahun. itu termasuk cerai tidak? makasih

  • 13 November 2018

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Saud Halomoan Batubara, S.H., M.H. Sebelumnya kami tidak lupa mengucapkan, semoga Sdr dalam keadaan sehat walafiat, senantiasa dalam kebahagian, dan dalam lindungan Allah Swt. Terkait dengan masalah yang sdr tanyakan dapat kami memperikan penjelasan sebagai berikut di bawah ini. Pengaturan tentang perkawinan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Adapun menyangkut perceraian di atur dalam , Bab VIII, pasal 38, samipai dengan pasal 41 UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Dalam ketentuan pasal 38, bahwa perkawinan putus karena perceraian, tetapi atas keputusan pengadilan. Jadi, apabila kita hubungkan dengan masalah sdr tersebut perkawinan secara hokum belum putus atau bercerai, kendatipun suami sdr sudah meninggalkan 2 tahun. Dengan demikian apabila salah satu pihak merasa keberatan atau ada alasan lain sehingga menginginkan untuk bercerai, haruslah mengajukan gugatan kepengadilan dengan cukup alasan, bahwa antara suami isteri tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri. Selanjutnya atas pertimbangan hakim akan mengambil keputusan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Adapun gugatan perceraian bagi yang beragama Islam, gugatan dimohonkan pada Pengadilan Agama, ditempat tinggal sdrr berada, disesuaikan dengan identitas (KTP). Bagi yang beragama di luar agama Islam, gugatan perceraian diajukan atau dimohonkan pada Pengadilan Umum (Pengadilan Negeri). Demikian secara ringkas dapat kami uraikan jawaban atas pertanyaan sdr, atas partisipasinya pada web konsultasi on line Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum, Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, kami menghaturkan terima kasih.