Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 29 November 2017

    bagus ariyadi

    selamat siang admin.. saya sedang membuka usaha arisan barang dengan sistem arisan yang sudah ada di masyarakat yaitu sistem pengocokan setiap 10 hari sekali selama 100 hari... apakah benar sistem arisan tersebut bisa dipatenkan, dan apakah saya bisa diperkarakan secara hukum seandainya saya menawarkan arisan saya ke member arisan lain, dalam hal ini tanpa menjelekkan ataupun memojokkan kompetitor.. terimakasih

  • 20 Desember 2017

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Muda Mursalim, S.H. Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan Jawaban: Yth. Saudara Bagus Ariyadi Di: Provensi Jawa Barat Maka atas pertanyaannya dapat saya sampaikan sebagai berikut : Sehubungan dengan pertanyaan Saudara, dimana Anda sedang membuka usaha arisan barang dengan sistem arisan yang sudah ada dimasyarakat yaitu sistem pengocokan setiap 10 hari sekali selama 100 hari...dengan pertanyaan, apakah benar sistem arisan tersebut bisa dipatenkan, dan apakah saya bisa diperkarakan secara hukum seandainya saya ,menawarkan arisan saya ke member arisan lain. Berkaitan dengan pertanyaan Anda tersebut, maka perlu diketahui bahwa kami dalam menjawab pertanyaan konsultasi hukum ini didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menyangkut Paten, maka perlu diketahui pengertian Paten dan istilah lainnya yang terkait. Definisi Paten Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten (“UU Paten”), yang berbunyi sebagai berikut: “Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya”. angka 2, mengenai Invensi: “Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik dibidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses”. angka 3, mengenai Inventor: “Inventor adalah seorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan Invensi”. Berdasarkan definisi pengertian Paten tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Paten itu berlaku bagi orang atau beberapa orang yang menemukan sesuatu atau menciptakan sesuatu invensi dibidang teknologi. Perlindungan Paten mencakup: Paten; dan Paten Sederhana (Pasal 2). Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apakah sistem Arisan yang sudah dikenal dimasyarakat, sebagaimana Anda membuka usaha arisan dengan pengocokan 10 hari sekali dapat dikatagorikan sebagai invensi di bidang teknologi. Berdasarkan, Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, pengertian Arisan adalah kelompok orang yang mengumpul uang secara teratur pada tiap-tiap periode tertentu. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian, namun ada juga kelompok arisan yang menentukan pemenang dengan perjanjian. Dengan demikian Arisan merupakan usaha sekolempok orang yang mengumpulkan uang secara teratur yang kemudian diadakan pengundian, siapa yang akan menjadi pemenang. Atau pemenangnya dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan. Untuk itu kita perlu mengetahui hal-hal apa yang tidak dicakup dalam invensi berdasarkan UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten. Yang Tidak Di Cakup dalam Invensi UU No. 13 Tahun 2016, dimana Pasal 4 yang menegaskan, Invensi tidak mencakup: a. kreasi estetika; b. skema; c. aturan dan metode untuk melakukan kegiatan: 1. yang melibatkan kegiatan mental; 2. permainan; dan 3. bisnis. d. aturan dan metode yang hanya berisi program komputer; e. presentasi mengenai suatu informasi; dan f. temuan (di.scouery) berupa: 1. penggunaan baru untuk produk yang sudah ada dan/ atau dikenal; dan/ atau 2. bentuk baru dari senyawa yang sudah ada yang tidak menghasilkan ningkatan khasiat bermakna dan terdapat perbedaan struktur kimia terkait yang sudah diketahui dari senvawa. Paten sebagaimana dimaksud diberikan untuk Invensi yang baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri. Invensi yang Tidak Dapat Diberi Paten Pasal 9, Invensi yang tidak dapat diberi Paten meliputi: a. proses atau produk yang pengumuman, penggunaan, atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturanperundang-undangan, agama, ketertiban umum, atau kesusilaan; b. metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/ atau hewan; c. teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika; d. makhluk hidup,kecuali jasad renik; atau e. proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses nonbiologis atauproses mikrobiologis. Kewajiban Pemegang Paten Pasal 20, berbunyi sebagai berikut : (1) Pemegang Paten wajib membuat produk atau menggunakan proses di Indonesia. (2) Membuat produk atau menggunakan proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus menunjang transfer teknologi, penyerapan investasi dan/atau penyediaan lapangan kerja. Karena Paten berkaitan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu. Sedangkan invensi adalah suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik dibidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses yang dapat digunakan dalam bidang industri, sehingga dapat di patenkan. Jika mengacu kepada definisi Paten tersebut, maka rasanya sulit memasukan arisan sebagai kedalam katagori invensi dibidang teknologi, karena arisan hanya usaha sekumpulan orang untuk mengumpulkan uang yang dikocok pada waktu tertentu yang ditentukan bersama sebagai permainan dan bisnis, jadi tidak berkaitan dengan teknologi atau invensi, sehingga tidak dapat dipatenkan. Karena Paten diberikan untuk Invensi yang baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri. (Pasal 3), Sedang arisan sesuatu usaha yang sudah lama ada ditengah-tengah masyarakat, dan tidak berkaitan dengan industri. Sehingga dapat dikatakan bahwa arisan tidak dapat dipatenkan karena tidak berkaiatan dengan invensi dibidang teknologi, dan dapat diterapkan pada industri. Setiap Pemegang Paten atau penerima Lisensi paten wajib membayar biaya tahunan (Pasal 21). Menjawab pertanyaan Anda yang pertama, apakah benar sistem arisan tersebut bisa di Paten-kan ?. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan arisan tidak dapat dipatenkan karena tidak dapat dikatagorikan sebagai invensi bidang teknologi yang dapat di patenkan. Menjawab pertanyaan Anda yang kedua, apakah saya bisa diperkarakan secara hukum seandainya saya ,menawarkan arisan saya ke member arisan lain ?. Maka dapat disampaikan, apabila ditinjau dari UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten, tidak bisa. Karena UU Paten hanya menjatuhkan sanksi pidana kepada orang yang melanggar UU tersebu, khususnya Pasal 160, 161, 162, dan 45. Sedangkan delik tersebut merupakan delik aduan. Seandainya-pun, ada persoalan hukum menyangkut kegiatan arisan karena Anda melakukan penawaran kepada member lain, dan sebagainya, maka persoalan hukum tersebut berada diluar UU Paten tersebut Demikian jawaban yang disampaikan, semoga bermanfaat.