Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 1 November 2017

    Danang

    Saya mau tanya polisi waktu di BAP polisi salah menulis agama saya dan sekarang saya mengurus PB ya saya isi formulirnya dengan agama saya kristen,pertanyaan saya apakah bisa di refisi kekeliruan data saya trima kasih

  • 9 November 2017

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Haryani, S.H. Sebelum menjawab pertanyaan diatas akan kami sampaikan terlebih dahulu tata cara pengajuan pembebasan bersyarat. Berdasarkan Pasal 57 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia 21 tahun 2013 tentang Tata Cara Pengajuan Pembebasan Bersyarat (PB) sebagai berikut : 1. TPP Lapas merekomendasikan usulan pemberian PB kepada Kepala Lapas; 2. Jika Kepala lapas menyetujui usulan pemberian PB, Kepala Lapas menyampaikan usulan pemberian PB kepada Kepala Kanwil; 3. Kepala Kanwil menyampaikan usulan pemberian PB berdasarkan rekomendasi TPP Kanwil kepada Dirjen Pemasyarakatan; 4. Berkas usulan PB dari Kepala Kanwil ke Dirjen PAS berupa hasil sidang TPP Kantor Wilayah, foto copy putusan Hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan; serta salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas; 5. Dirjen PAS menetapkan pemberian PB berdasarkan rekomendasi sidang TPP Ditjen PAS. Jadi pembebasan bersyarat ini dapat dimohonkan oleh narapidana/anak pidana itu sendiri atau keluarga atau orang lain sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut diatas ke bagian registrasi di Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan setempat. Untuk menjawab pertanyaan diatas Apabila pada waktu mengajukan permohonan PB terdapat penulisan biodata (agama) yang salah maka dapat disampaikan ke bagian registrasi di LAPAS dengan melampirkan fotocopy KTP narapidana yang mengajukan PB tersebut. Oleh petugas registrasi, data perubahan tersebut akan disampaikan melalui Kepala LAPAS kepada pihak Kepolisian yang menyusun BAP. Selanjutnya pihak kepolisian menyusun berita acara permohonan PB di wilayah TKP Kejahatan. Jadi jawaban yang dapat kami sampaikan bahwa revisi data dapat dilakukan oleh narapidana atau yang mewakilinya melalui bagian registrasi di LAPAS atau RUTAN.