Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 2 Oktober 2017

    winskd

    apakah perselingkuhan via chatting WhatsApp dapat digugat dengan UU ITE? ada bukti screenshot isi chatting WhatsApp

  • 6 November 2017

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Pertama Febi Ardhianti, S.E. Screenshot (biasa disingkat dengan SS) atau Screen. Screenshot adalah suatu gambar tampilan layar yang diambil dari gadget tertentu seperti misalnya perangkat komputer atau laptop, tablet PC, bahkan ponsel pintar (smartphone) dengan dukungan sistem operasi seperti iPhone (dengan iOS nya), smartphone dengan OS Android ataupun OS yang lainnya. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (“KUHP”) memang tidak diatur secara khusus mengenai istilah perselingkuhan. Tetapi pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) secara secara eksplisit menyebutkan kata “zina”. Zina terdefinisi : Perbuatan bersenggama antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan perkawinan (pernikahan) atau Perbuatan bersenggama seorang laki-laki yang terikat perkawinan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya, atau seorang perempuan yang terikat perkawinan dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya. Undang-undang ITE telah di ubah dengan Undang- undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik tetapi pasal 5 ayat (1), Pasal 27,Pasal 36, dan Pasal 51 ayat (2) masih berlaku ketentuan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik(UU ITE), • Pasal 5 ayat (1) yang berbunyi “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah” • Pasal 27 ayat (1) yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan” • Pasal 36 UU ITE yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain” • Pasal 51 ayat (2) UU ITE, yang berbunyi : “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah)” Dari hasil pertanyaan saudara, tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang isi Screenshot chatting WhatsApp apakah mengandung unsur sebagai mana disebut dalam KUHP. Bedasarkan penjelasan pasal di atas, bukti Screenshot isi chatting WhatsApp yang anda miliki merupakan bukti yang sah di mata hukum. Tetapi jika memang hasil isi Chatting WhatsApp pasangan saudara melanggar kesusilaan dan menimbulkan kerugian kepada saudara yang mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga, maka pasangan saudara dapat di jerat dengan Undang-undang Nomor.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elekronik (ITE). Ini saya jelaskan tentang kesusilaan, kesusilaan adalah sebagai bentuk penyimpangan/ kejahatan, karena bertentangan dengan hukum dan norma-norma yang hidup dimasyarakat. Perkataan, tulisan, gambar, dan perilaku serta produk atau media-media yang bermuatan asusila dipandang bertentangan dengan nilai moral dan rasa kesusilaan masyarakat. Sifat asusila yang hanya menampilkan sensualitas, seks dan eksploitasi tubuh manusia