Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 18 Agustus 2017

    put

    ketika umur saya 21 tahun, saya dan pacar saya melakukan seks di sebuah parkiran mall, lalu tidak lama kemudian datang seorang satpam yang membuka paksa mobil saya, kemudia satpam tersebut meminta uang tutup mulut. apakah tindakan satpam tersebut boleh di lakukan? salahkan perbuatan satpam tersebut dimata hukum? tolong berikan penjelasan sedetail mungkin. terima kasih.

  • 6 September 2017

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Haryani, S.H. Memaksa orang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merupakan tindakan melanggar hukum. Dalam Pasal 468 ayat (2) KUHP memberikan pengertian secara luas tentang pemerasan. Pengertian secara luas adalah tindakan melawan hukum memaksa seseorang dengan kekerasan atau pencurian yang didahului disertai kekerasan atau ancaman kekerasan, baik diambil sendiri oleh tersangka maupun penyerahan barang oleh korban. Ada beberapa jenis pemerasan serta akibat hukumnya : 1. Jika perbuatan pemerasan dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang atau memberikan hutang maupun menghapus piutang (Pasal 468 (1) KUHP ) dapat dihukum dengan hukuman maksimal 9 (sembilan) tahun penjara. 2. Jika perbuatan pemerasan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum atau dalam kereta api atau jika perbuatan pemerasan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, atau jika masuknya ke tempat kejahatan dengan merusak atau memanjat atau memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu atau jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat (Pasal 356 ayat (2) KUHP) maka hukuman maksimal 12 tahun penjara. 3. Jka perbuatan pemerasan mengakibatkan mati, maka hukuman maksimal 15 tahun penjara. 4. Jika perbuatan mengakibatkan luka berat, atau mati dan dilakukan dua orang atau lebih oleh salah satu hal yang diterangkan dalam No.1 dan No. 3 (Pasal 365 atau 3,4) KUHP), maka hukuman maksimal 20 tahun penjara, pidana mati atau pidana seumur hidup. Adapun unsur pemerasan ada 2 : a. Unsur obyektif : 1. Unsur kesengajaan dengan tujuan (mengambil barang orang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan atau membunuh korban 2. Pemaksaan (memaksa pelaku terhadap korban) yang berakibat merugikan orang lain. 3. Yang dipaksa (yang menjadi korban) 4. Memaksa menggunakan ancaman tertulis, lisan, maupun akan membuka rahasia korban b. Unsur subyektif 1. Maksud yang dituju. Maksud pelaku untuk melakukan pemerasan merupakan tindakan pidana yang dilarang. 2. Menguntungkan diri atau orang lain. 3. Melawan hukum. Pemerasan merupakan pidana terhadap orang lain, yang sudah menjadi kekuasaan mereka. Sebagaimana pertanyaan saudara Put, tindakan Satpam tersebut dapat dikategorikan dengan pemerasan dimana dalam KUHP pasal 468 ayat (1) dapat dipidana dengan pidana penjara maksimal 9 (sembilan) tahun. Sebagai seorang petugas keamanan seharusnya menegur perbuatan anda yang dianggap melakukan tindakan asusila, tetapi ini meminta uang tutup mulut artinya diindikasikan akan melakukan pemerasan kepada saudara yang dalam kondisi ketakutan karena ketahuan melakukan perbuatan asusila (mesum) di tempat yang tidak layak. Jadi Satpam tersebut bersalah sehingga bisa dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pemerasan.