Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 11 Maret 2015

    E. Saifuddin

    Mohon Petunjuk. Kasus ini menimpa anak saya A dan saya ikut terlibat. Berawal dari menantu saya (suami A) yang mengirim SMS kepada anak saya yang bernama S (kakak A) yang berisi kelakuan buruk seorang wanita (AI) yang nota bene AI adalah teman anak saya yang bernama A. Tidak tahu bagiamana AI tahu perihal SMS tersebut dan meminta kepada saya untuk mengirimkan SMS tersebut. Akhirnya saya minta kepada S untuk mengirim SMS tersebut kepada saya dan tanpa membaca dengan teliti saya teruskan (forward) kepada AI. Setelah membaca SMS tersebut, AI tidak terima dan berdasarkan SMS tersebut AI mengadukan kepada polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Pertanyaan saya: Apakah SMS kepada seseorang dapat dijadikan delik pidana pencemaran nama baik di muka umum? Apa yang harus kami lakukan? Mohon sarannya. Terima Kasih.

  • 13 Maret 2015

    Dijawab Oleh Andrey Pramudia

    Saudara E. Saifuddin Yth, Melakukan penghinaan baik secara lisan ataupun tertulis dengan maksud untuk mencemarkan nama baik seseorang jelas telah perbuatan melawan hukum. Adapun pasal yang dapat dikenakan kepada tersangka adalah sebagai berikut: Pasal 310 KUH Pidana (1) Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-“ Sementara itu, kaitannya penggunaan alat elektronik dalam melakukan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik diatur dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 27 ayat (3) “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik” Pasal 45 UU ITE (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Jika melihat duduk perkara kasus yang saudara ceritakan di atas, maka unsur-unsur tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan yaitu: Menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal; Adanya kesengajaan; Adanya kerugian dari korban; Secara lisan atau tertulis; Maksud untuk diketahui umum; telah terpenuhi semua. Sehingga jika diproses melalui jalur hukum, maka tersangka dapat diancam dengan pidana sebagaimana disebutkan pasal 45 UU ITE dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Lalu upaya apa yang dapat dilakukan? Pertama dan yang sulit untuk dilakukan adalah menangkis semua tuduhan yang telah dilaporkan oleh korban (AI). Saya katakan sulit karena bukti elektronik dan saksi sudah dikantongi oleh korban. Kedua namun lebih mudah adalah meminta maaf kepada korban dan memohon kepada korban agar mencabut semua laporannya. Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan, semoga membantu.