Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 18 September 2015

    widi

    pada bulan mei 2015 saya melakukan akad kredit kepemilikan rumah di salah satu bank swasta. Sekarang saya sudah melakukan angsuran yang keempat, tapi kemudian pihak bank menginfokan bahwa sehubungan dokumen IMB tidak sesuai dengan yg tertera dalam serfitikat maka rumah yang saya beli tersebut tidak bisa diganti nama atas nama saya. padahal sebelum saya melaksanakan akad kredit dan tanda tangan Akta Jual Beli pihak bank sudah meminta IMB dan sertifikat asli dengan alasan akan dicek oleh notaris dan memastikan rumah yang saya beli tersebut tidak tidak ada masalah nantinya. Dan sekarang pihak bank meminta saya untuk menyelesaikan masalah ini dan segera mengurus IMB yang bermasalah tersebut. Pertanyaan saya pertama apakah benar masalah IMB ini menjadi tanggung jawab saya?? dimana dalam perincian adm kpr saya juga sudah membayar nominal tertentu untuk pengecekan berkas dan pengecekansertifikat. yang kedua bagaimana bila sertifikat tersebut memang benar tidak bisa diganti nama saya padahal saya sudah membayar biaya notaris lunas beserta biaya BPHTBnya?? mohon info sejelas-jelasnya terimakasih

  • 4 Januari 2017

    Dijawab Oleh -

    Dijawab oleh Penyuluh Hukum Muda Setiyo Budi, SH.,MH Buat bapak Widi sebelum kita melangkah mengenai siapa yang bertangung jawab mengenai perijinan IMB saya akan sedikit memberikan gambaran kepada bapak bagaimana system serta tata cara ijin dimaksud Sebelum memulai mendirikan bangunan, rumah sebaiknya memiliki kepastian hokum atas kelayakan, kenyamanan, keamanan sesuai dengan fungsinya. Ternyata, IMB tidak hanya diperlukan untuk mendirikan bangunan baru saja, tetapi juga dibutuhkan untuk membongkar, merenovasi, menambah, mengubah, atau memperbaiki yang mengubah bentuk atau struktur bangunan. Tujuan diperlukannya IMB adalah untuk menjaga ketertiban, keselarasan, kenyamanan, dan keamanan dari bangunan itu sendiri terhadap penghuninya maupun lingkungan sekitarnya. Selain itu IMB juga diperlukan dalam pengajuan kredit bank. IMB sendiri dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat (kelurahan hingga kabupaten). Dalam pengurusan IMB diperlukan pengetahuan akan peraturan-peraturannya sehingga dalam mengajukan IMB, informasi mengenai peraturan tersebut sudah didapatkan sebelum pembuatan gambar kerja arsitektur. Untuk mengajukan IMB diperlukan dokumen-dokumen sebagai prasyarat kelengkapannya yang nantinya diperiksa kesesuaiannya oleh petugas yang bersangkutan. Adapun dokumen-dokumen tersebut antara lain : Formulir permohonan IMB, yang bias diminta di instansi tersebut. Isi dari surat permohonan tersebut kira-kira seperti ini : Yang bertandatangan di bawahini: Nama : Alamat : No KTP : Sebagai pemilik rumah yang dimaksud, bersama ini memohon penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk rumah tinggal pada alamat di atas. Demikian surat permohonan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Tertanda, (nama anda) Fotokopi KTP pemilik dan/atau pengurus Surat kuasa, bila yang mengurus adalah kontraktor pelaksana Foto kopi bukti pelunasan PBB terakhir Fotokopi bukti kepemilikan tanah yang sah Gambar arsitektur berikut gambar situasi. Jika rumah anda tidak memiliki gambar arsitektur, dapatkan denah rumah dari kontraktor anda. Jika tidak memungkinkan, Dinas Tata Kota dan Bangunan juga memberikan jasa untuk pembuatan denah rumah. Secara prinsip, bila dokumen lengkap, 5-7 hari kemudian akan diterbitkan IP. Dengan IP kita sudah bias mulai membangun sambil menunggu IMB yang keluar 20-30 hari kemudian. Selama pembangunan, petugas daerah akan melakukan control berkala dan evaluasi di lapangan. IMB memiliki masa berlaku 1 tahun. Apabiladalam 1 tahun pembangunan belum selesai, maka harus mengajukan permohonan perpanjangan IMB. Bila tahun berikutnya masih belum selesai, maka Harus mengajukan permohonan pembuatan IMB baru. Setelah bangunan selesai, masih ada surat yang diperlukan yaitu IPB (IjinPenggunaanBangunan). IPB memiliki masa berlaku 10 tahun untuk rumah tinggal dan 5 tahun untuk bangunan non hunian. Bila masa IPB habis, maka pemilik harus mengajukan PKMB (Permohonan Kelayakan Menggunakan Bangunan). Dalam proses tersebut petugas akan memeriksa kelayakan bangunan tersebut, terutamadari segi struktur dan konstruksinya. Semoga penjelasan tadi bisa membantu sebelum kita melakukan tahapan pembangunan. Dengan mengurus IMB secara benar dan jujur, akan memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselarasan dari bangunan yang akan kita bangun dengan lingkungan sekitar. Jadi, jangan sepelekan perijinan IMB, ya… Ini berarti bahwa IMB adalah salah satu syarat suatu bangunan dan merupakan izin bagi pemilik bangunan gedung untuk membangun, mengubah, memperluas, mengurangi, atau merawat bangunan gedung. Akan tetapi, IMB bukan lah surat yang menentukan kepemilikan rumah. Dalam hal ini permasalahan Pak Widi sebetulnya IMB yang mengurus pihak bank karena pihak bank sudah memunculkan sertipikat nasabah. Apapun yg terjadi bank bertanggung jawab atas kejadian dimaksud.