Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 27 Mei 2018

    Iwan Setiawan

    Bila kita sudah memiliki SHM tanah, apakah kita masih perlu untuk mengurus dan memiliki SHGB?

  • 20 Juli 2018

    Tri Joko

    Apakah perusahaan swasta WAJIB mengikutkan Pekerjanya kedalam Program Jaminan Pensiun (BPJS) dan Program DPLK ? Atau boleh hanya memilih salah satu ?

  • 8 Maret 2018

    Zainudin

    Trims atas perhatiannya. 1.pengkapling/.2.pembeli ke1/ .3.pembeli ke2,( saya)th 2008 .1 kapling 15x6. Sekarang ini pembatas tanah kapling hilang dan bangunan yg d sebelah tanah saya itu punya 2kapling dan sekarang melebar 2,5 kapling dan mungkin itu ambil dari tanah saya, sewaktu saya tanya masalah surat orangnya dia tidak mau nunjukin . Pertanyaan saya: 1.kalo sy mau ukur ulang tanah apa perlu dgn pihak ke1.karena pihak kelurahan tidak bisa ukur tanpa pihak 1 (pindah luar pulau). ??? Padahal surat petok D, akte jual beli , pajak kan Uda ada itupun dari kelurahan. solx saya Uda 4x berusaha tapi hasilnya 0. 2,apa perlu Sy buat laporan ke kepolisian??? Mohon bantuannya...

  • 21 Oktober 2018

    lalu mahram alfian

    Pada suatu kasus tentang tanah, pernah terjadi jual beli tanah antara (MDN) dengan LM. Namun satu tahun kemudian tanah trsebut dijual lg oleh MDM ke suatu aperusahaan berdasarkan sertifikat atas nama MDM. Namun ternyata dlm penjualan tersebut ikut menyetujui menjual LM. Tidak lama kemudian terjadi konflik terkait dengan penjualan tanah tersebut, sehingga diadakan mediasi samapai terjadinya kesepakatan antara LM dengan MDN dimana MDN sanggup mengganti sejumlah uang. Namun krena keadaan uang trsebut blum jga diberikan dengan alasan blum dpat uang, sehingga akhirnya LM melaporkan Ke Pihak yg berwajib. Pertanyaannya apakah keadaan MDN tersebut biisa di ktakan penggregahan, bukannya termasuk pada hutang piutang krena tlah terjadi kesepakataan dan kesanggupan MDN untuk mengganti tanah tersebut dengan uang sesuai dengan kesepakatan yg telah terjadi. Trims mohon pencerahannya

  • 5 Agustus 2018

    Dea mulya

    Bapak saya membeli tanah dari si A, dan bapak saya sudah menggarapnya berpuluh puluh tahun. Kemudian saya membuatkan sertifikat tanah tersebut atas nama saya. Yang menjadi permasalahan disini tanah tersebut di buku besar Desa tanah tersebut masih atas nama si A. itu yang menjadi dasar anak si A yang merupakan perangkat desa menggugat tanah tersebut. yang saya tanyakan kuat mana antara sertifikat tanah dengan buku besar desa? kedua bisakah perangkat desa mengotak atik berkas tersebut? Mohon solusinya Terimakasih.

  • 9 Agustus 2018

    anan

    apakah bisa tanah beserta mata air yang digunakan pdam daluarsa sedangkan pemiliknya tetap majak atau tetap membayar pajak??

  • 4 Juli 2018

    Budi Pramono

    kakek A punya 2 saudara perempuan, nenek B dan nenek C, serta 1 saudara laki, kakek D. kakek A sudah meninggal tidak punya anak istri, kakek D sudah meninggal tidak punya anak istri. nenek B sudah meninggal, punya 2 anak perempuan, bibi E dan bibi F, dan 2 laki, paman G dan paman H. nenek C sudah meninggal, punya 1 anak laki, BAPAK SAYA dan 2 perempuan, bibi bibi I dan bibi J. paman G dan paman H sudah meningggal tanpa anak. bibi E sudah meninggal, punya 6 anak, 3 perempuan dan 3 laki. dan bibi F sudah meninggal, punya 5 anak, 2 perempuan dan 3 laki. BAPAK SAYA sudah meninggal, punya 3 anak, 2 laki dan 1 perempuan. Bibi I dan Bibi J sudah meninggal tanpa anak. pertanyaan saya, harta warisan Kakek A harusnya gmana pembagiannya ? Trims.

  • 17 Juli 2018

    livia

    apakah memfotokopi buku termasuk pelanggaran hak cipta?

  • 4 Juni 2018

    syaiful

    saya kena vonis narkoba 5thn subsider 2bln tgl kepegang 22 september 2016 saya menjalani berapa tahun n remisi dpt brp

  • 6 November 2018

    Aris tiyanto

    Permisi, saya mau menanyakan soal kasus perceraian saya dengan istri saya. Saya sudah di gugat cerai oleh istri saya, dengan alasan yang kurang nyata dalam kehidupan kita. Setelah saya selidiki, saya mendapat bukti digital bahwa istri saya sudah memiliki pacar.. Mohon bantuan untuk menyelesaikan masalah saya ini. Kl masalah cerai biarkan berjalan, karna istri saya sudah tidak layak untuk di pertahan kan. Mohon bantuan untuk menyelesaikan kasus perselingkuhan istri saya