Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 24 Januari 2018

    Nandang Sofyan

    Mohon pencerahannya dong saya bekerja di yayasan pendidikan selama 5 tahun kemudian saya mengundurkan diri/risegn, hak apa saja yang saya peroleh menurut undang2 ketenagakerjaan, dan apabila saya tidak memperoleh hak saya apa yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan hak saya. Mohon jawabannya terimakasih.

  • 31 Januari 2018

    Ferry Setiawan

    Siapakah yang dimaksud dengan pemegang hak cipta?

  • 27 Januari 2018

    Andi

    Putusan Pengadilan memutuskan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (NO). kemudian Penggugat menggugat ulang, apa langkah hukum yang harus diambil tergugat atas gugatan ulang tersebut ?

  • 24 Januari 2018

    adri

    Maaf min mau tanya... untuk Pilih jenis status saya belum tau itu sdh pas atau belu. gini min, saya kan ambil perumahan sebagai tanda jadi saya setor 7,5 juta dll nya sampai total 13 juta. nah satu dan lain hal saya gk jadi ambil perumahannya dan belum terjadi akad kredit dg pihak bank, Nah Apakah saya bisa menarik lagi uang saya? dan diawal2 tidak ada perjanjian sama sekali klo tidak jadi uangnya hangus. Mohon pencerahannya min... Terima Kasih.

  • 25 Januari 2018

    Titik

    apakah buang sampah ada sangsi hukumnya?

  • 24 Januari 2018

    Aditiya Pranata

    orang tua saya difitnah melakukan perselingkuhan dan menjatuhkan temannya oleh (A). Dia menyebarkan ke orang2 kampung. Dia mengatakan yang tidak2 kepada orang2 tentang orang tua saya. kelakuan (A) ini sudah berkali2. bukan hanya kepada ibu saya saja. apa saja uu yang bisa menjerat kasus tersebut. mohon penjelasannya

  • 15 Januari 2018

    asdf

    Mas, mau nanya, Illegal Logging itu apa ya? Makasih

  • 16 Januari 2018

    jumaidin

    apa yang harus kita lakukan sebagai WN yang baik apabila melihat asap lebat tanda terjadinya kebakaran hutan?

  • 19 Januari 2018

    Erik

    Saudara saya divonis 11 tahun subsider 3 bulan berapa tahun dia menjalani hukuman sampai dia bebas?

  • 12 Januari 2018

    Indri

    Saya menjual tanah yg belum SHM (petok D) melalui perantara seharga 1 M. Kemudian si perantara mendapat pembeli yang mengetahui keadaan tanah saya yag belum SHM, akhirnya saya dan si pembeli yh berinisial L dipertemukan untuk membuat akta perjanjian jual-beli. Di dalam perjanjian tertulis pembayaran dilakukan secara kredit dan segera dilunasi apabila proses sertifikat slesai. Pembayaran kredit setiap bulan hanya ditransfer sekedarnya saja (10-25 jt), dan tngl pembayaran tidak pernah tepat. Akan tetapi saat proses sertifikat pembeli tidak mau segera melunasi pembayaran dgn alasan tidak ada uang, pmasukan uang dri usahanya (pengusaha perumahan). Pembeli meminta waktu lagi untuk pelunasan, hingga dia mendapat proyek. Dan pembeli menawarkan saya dibangunkan rumah dgn hrga 280jta. Karena pembeli mempunyai semua material pmbngnan rumah, saya menyetujui dengan cttan selama pmbungan pembeli tetap mentransfer sisa uang pelunasan (trf hnya 10-15jta). Pembeli menyetujui dan berjanji rumah selesai akan segera dilunasi. Akan tetapi saat rumah selesai pembeli kembali mengulur waktu untuk pelunasan, dan saya tlp atau wa tidak dijawab. Dan saya dengar dari perantara ternyata pembeli yag saya hubungi dan temui trnyta bukan pembeli sebenarnya melainkan kryawannya dan. 2 bulan kemudian pembeli sbnrnya menghubungi saya dan akan melunasi pembayaran. Apakah kasus ini termasuk penipuan,? Jika saya meminta kompensasi uang untuk kerugian saya selama ini bagaimana? Karena saya merasa jual rumah karena butuh uang, malah saya di ulur2 dan dibayar dengan seenaknya sendiri sehingga tidak bisa memanfaatkan uang tersebut untuk kepentingan yg lain karena jumlah trf hnya sedikit2.