Legal Smart Channel - Gaya Hidup Cerdas Hukum

  • 11 Oktober 2018

    Sebastian Chandra Saputra

    Teman saya suka melap kotoran bekas makan/air ke baju saya udah 3x di tegur masih juga... kalo saya pukuli teman saya itu apa saya masuk penjara!?

  • 7 November 2018

    amel

    saya ketua arisan online...dsni ad member saya yang ingkar janji danencetuskan di grup klo dia tdk akan mau bayar atau sengaja ga mau bayar(sprti mw menyusahkan saya)..krn mslh pribadi saya dgn dia di campur adukkan di mslh arisan online dgn banyak member..pdhl dia sudah dpt paling pertama smua..ini mw masukin rana hukum pidana bisa?krn dia sengaja dan sadar membuat kerancuhan d grup arisan..saya mw lwt jalur hukum..bujti print out saat dia dpt arisan ada via mbanking..dan menyuruh dan ujaran kebencian k seleuruh member klo itu tanggung jwb full bandar arisan walau dia ga bayarpun

  • 9 November 2018

    sulaiman

    saya mau Tanya jika dalam kondisi mau sama mau dalam Hal persetub uhan walaupun bukan pasangan suami istri apakah melanggar hukum.?jika ini sebuah pelanggaran hukum kenapa Ada banyak hotel atau penginapan yang membuka jalan untuk aktivitas tersebut. terima kasih atas jawabannya.

  • 28 Januari 2018

    Mirza

    adakah perbedaan antara perjanjian bagi hasil dengan perjanjian tanggung renteng

  • 22 Januari 2018

    rina

    mbak, saya menikah umur 15 tahun, terus suami saya gak pulang-pulang 2 tahun. itu termasuk cerai tidak? makasih

  • 27 Mei 2018

    Iwan Setiawan

    Bila kita sudah memiliki SHM tanah, apakah kita masih perlu untuk mengurus dan memiliki SHGB?

  • 20 Juli 2018

    Tri Joko

    Apakah perusahaan swasta WAJIB mengikutkan Pekerjanya kedalam Program Jaminan Pensiun (BPJS) dan Program DPLK ? Atau boleh hanya memilih salah satu ?

  • 8 Maret 2018

    Zainudin

    Trims atas perhatiannya. 1.pengkapling/.2.pembeli ke1/ .3.pembeli ke2,( saya)th 2008 .1 kapling 15x6. Sekarang ini pembatas tanah kapling hilang dan bangunan yg d sebelah tanah saya itu punya 2kapling dan sekarang melebar 2,5 kapling dan mungkin itu ambil dari tanah saya, sewaktu saya tanya masalah surat orangnya dia tidak mau nunjukin . Pertanyaan saya: 1.kalo sy mau ukur ulang tanah apa perlu dgn pihak ke1.karena pihak kelurahan tidak bisa ukur tanpa pihak 1 (pindah luar pulau). ??? Padahal surat petok D, akte jual beli , pajak kan Uda ada itupun dari kelurahan. solx saya Uda 4x berusaha tapi hasilnya 0. 2,apa perlu Sy buat laporan ke kepolisian??? Mohon bantuannya...

  • 21 Oktober 2018

    lalu mahram alfian

    Pada suatu kasus tentang tanah, pernah terjadi jual beli tanah antara (MDN) dengan LM. Namun satu tahun kemudian tanah trsebut dijual lg oleh MDM ke suatu aperusahaan berdasarkan sertifikat atas nama MDM. Namun ternyata dlm penjualan tersebut ikut menyetujui menjual LM. Tidak lama kemudian terjadi konflik terkait dengan penjualan tanah tersebut, sehingga diadakan mediasi samapai terjadinya kesepakatan antara LM dengan MDN dimana MDN sanggup mengganti sejumlah uang. Namun krena keadaan uang trsebut blum jga diberikan dengan alasan blum dpat uang, sehingga akhirnya LM melaporkan Ke Pihak yg berwajib. Pertanyaannya apakah keadaan MDN tersebut biisa di ktakan penggregahan, bukannya termasuk pada hutang piutang krena tlah terjadi kesepakataan dan kesanggupan MDN untuk mengganti tanah tersebut dengan uang sesuai dengan kesepakatan yg telah terjadi. Trims mohon pencerahannya

  • 5 Agustus 2018

    Dea mulya

    Bapak saya membeli tanah dari si A, dan bapak saya sudah menggarapnya berpuluh puluh tahun. Kemudian saya membuatkan sertifikat tanah tersebut atas nama saya. Yang menjadi permasalahan disini tanah tersebut di buku besar Desa tanah tersebut masih atas nama si A. itu yang menjadi dasar anak si A yang merupakan perangkat desa menggugat tanah tersebut. yang saya tanyakan kuat mana antara sertifikat tanah dengan buku besar desa? kedua bisakah perangkat desa mengotak atik berkas tersebut? Mohon solusinya Terimakasih.